NGOPI Upaya Membentuk Guru Agama Profesional

Grobogan – Dalam upaya peningkatan mutu dan tata kelola pendidikan, Seksi Pendidikan Islam (PAIS) dibawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan berusaha menciptakan program pendidikan yang inovatif dan inspiratif. Kali ini, Seksi PAIS menggagas kegiatan inovatif bertajuk Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI). Kegiatan yang diadakan di Rumah Makan Suka Rasa diikuti 40 Guru PAI Se Kab.Grobogan, Kamis (21/03).

Menurut laporan Ketua Panitia Staf PAIS, Anung Winarsito mengatakan NGOPI ini merupakan kegiatan perdana pada Seksi Pendidikan Agama Kemenag Kab.Grobogan, oleh karena itu melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi terhadap permasalahan tentang pendidikan Islam di daerah.

“Dengan Ngobrol Pendidikan Agama Islam ini kita bisa berbagi informasi dalam rangka meningkatkan pendidikan Agama Islam,” jelas Anung.

Suasana dialog dalam kegiatan NGOPI ini berlangsung dengan rasa ukhuwah yang mendalam karena seluruh peserta dengan narasumber dapat berdialog dengan penuh keakraban namun tetap fokus pada permasalahan, sehingga setiap persoalan yang disampaikan dapat ditanggapi dengan baik.

Kepala Kantor Kemenag Kab. Grobogan yang diwakili Kasubag TU Ali Ichwan menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan diantaranya adalah adanya guru agama yang profesional yakni menguasai ilmu agama dengan baik atau mengetaui pengetahuan yang cukup tentang ilmu agama.

“Saya kira kurang pas kalo ada guru agama tetapi dia sendiri tidak memahami ilmu agama, ini bisa menjadi musibah bagi madrasah/sekolah, intinya peningkatan mutu pendidikan agama Islam dan sumber daya tenaga pendidik,” jelas Ali.

Apabila guru dapat bekerja dengan profesional, maka akan timbul keihlasan dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga pemerintah menyiapkan beberapa fasilitas bagi seorang guru yang baik selain gaji pokok maka ditambah dengan adanya tunjangan fungsional, sertifikasi guru dan lain-lain.

 “Semua ini diberikan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut Kasubag TU berharap agar pendidikan agama ini bisa menjadi filter terhadap radikalisme dan gerakan gerakan sparatis yang dapat menimbulkan pertentangan di masyarakat dan perpecahan umat. Dan semoga kegiatan NGOPI menjadi taktik dan strategi untuk pendidikan Islam agar mampu bersaing dan tidak terlibas modernisasi zaman. (bd/gt)