Nikah Pada HUT Karanganyar, Pengantin Banjir Hadiah

Karanganyar – Pernikahan yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar Ke 99, (18/11) membawa berkah bagi setiap pasangan pengantin. Pasalnya pada hari itu Pemkab Karanganyar memberi kejutan kepada seluruh pasangan se Kabupaten yang melangsungkan pernikahan di Hari Ulang Tahun Bumi Intanpari ke 99.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang sempat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar ini tidak lupa merangkul Kantor Urusan Agama dengan melibatkan pengantin dalam menyemarakkan HUT Karanganyar.

Dalam pembinaannya di upacara HUT Karanganyar ke 99, Bupati berupaya untuk menjadikan masyarakat karanganyar hidup rukun dan sejahtera. Disamping itu, Bupati juga mengatakan kepada warga Kabupaten Karanganyar untuk meneladani ajaran yang disampaikan oleh Raden Mas Said yang tidak lain adalah Raja Mangkunegaran I. Rumongso Melu Handarbeni, Wajib Melu Hangrungkepi, dan Mulat Sariro Hangrasa Wani.

Ada dua puluh pengantin se Kabupaten Karanganyar yang diberi kejutan. Secara simbolik, hadiah itu diserahkan oleh Bupati dan Wabup kepada tiga pasang pengantin dari Kecamatan Karanganyar setelah upacara berlangsung. Piagam, perlengkapan sholat laki-laki dan perempuan, kitab suci Al Qur’an, sajadah dan lainnya menjadi kado perrnikahan dari Bupati untuk pengantin yang melangsungkan ijab qabul di hari jadi Kabupaten Karanganyar.

Dalam kesempatan itu juga ditandatangani komitmen bersama segenap elemen dan komponen masyarakat Kabupaten Karanganyar dalam rangka apel kebangsaan oleh Bupati Karanganyar, Dandim 0727, Kapolres, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua FKUB dan lain sebagainya.

Sementara itu, di kesempatan yang berbeda Kepala Kemenag, Musta’in Ahmad menegaskan komitmennya dalam mewujudkan program Bupati, Karanganyar Bertaqwa. Menurutnya, hal itu selaras dan seiting dengan visi Kementerian Agama, mewujudkan masyarakat Karanganyar yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Pernikahan yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar Ke 99, (18/11) membawa berkah bagi setiap pasangan pengantin. Pasalnya pada hari itu Pemkab Karanganyar memberi kejutan kepada seluruh pasangan se-Kabupaten yang melangsungkan pernikahan di Hari Ulang Tahun Bumi Intanpari ke 99.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang sempat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar ini tidak lupa merangkul Kantor Urusan Agama dengan melibatkan pengantin dalam menyemarakkan HUT Karanganyar.

Dalam pembinaannya di upacara HUT Karanganyar ke 99, Bupati berupaya untuk menjadikan masyarakat karanganyar hidup rukun dan sejahtera. Disamping itu, Bupati juga mengatakan kepada warga Kabupaten Karanganyar untuk meneladani ajaran yang disampaikan oleh Raden Mas Said yang tidak lain adalah Raja Mangkunegaran I. Rumongso Melu Handarbeni, Wajib Melu Hangrungkepi, dan Mulat Sariro Hangrasa Wani.

Ada dua puluh pengantin se Kabupaten Karanganyar yang diberi kejutan. Secara simbolik, hadiah itu diserahkan oleh Bupati dan Wabup kepada tiga pasang pengantin dari Kecamatan Karanganyar setelah upacara berlangsung. Piagam, perlengkapan sholat laki-laki dan perempuan, kitab suci Al Qur’an, sajadah dan lainnya menjadi kado perrnikahan dari Bupati untuk pengantin yang melangsungkan ijab qabul di hari jadi Kabupaten Karanganyar.

Dalam kesempatan itu juga ditandatangani komitmen bersama segenap elemen dan komponen masyarakat Kabupaten Karanganyar dalam rangka apel kebangsaan oleh Bupati Karanganyar, Dandim 0727, Kapolres, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua FKUB dan lain sebagainya.

Sementara itu, di kesempatan yang berbeda Kepala Kemenag, Musta’in Ahmad menegaskan komitmennya dalam mewujudkan program Bupati, Karanganyar Bertaqwa. Menurutnya, hal itu selaras dan seiting dengan visi Kementerian Agama, mewujudkan masyarakat Karanganyar yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. (hd/gt)