Nilai Itu Penting Tapi Kejujuran Lebih Penting

Surakarta – Hari ini adalah hari terakhir peserta didik MTs N 2 Surakarta melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) dengan mata pelajaran Akidah Akhlak, Prakarya, dan PJOK. Penilaian Akhir Semester Gasal tahun ajaran 2018/2019 di MTs Negeri 2 Surakarta itu dilaksanakan serentak dengan K4M Kementerian Agama Se-Karesidenan Surakarta sejak  tanggal 3 – 10 Desember, kemarin.

Menurut Bukori selaku kepala madrasah bahwa pelaksanaan PAS ini mempunyai beberapa tujuan yang akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk ke depannya. Diantaranya, untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami pelajaran yang mereka terima, mengetahui kesulitan belajar anak, dan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan anak.

PAS di MTsN 2 Surakarta diikuti 959 peserta didik kelas VII, VIII, dan IX, yang terbagi terbagi dalam 33 ruang. Untuk pengawasan, setiap ruang diawasi dan dijaga oleh seorang guru. Untuk meminimalisir terjadinya kecurangan, Bukori selaku kepala madrasah melakukan tindakan persuasif  dan ramah. Tindakan itu berupa ajakan dan nasihat kepada siswanya untuk selalu berlaku jujur.

Tanpa pernah bosan setiap pagi, selama PAS Bukori menyempatkan diri masuk ke semua ruang ujian untuk menyampaikan ajakan dan nasihatnya tersebut. Bukori menambahkan pada pelaksanaan PAS ini anak-anak harus mengedepankan 3 karakter. Yaitu, Jujur, disiplin dan tanggung jawab.

“Kerjakan soal dengan jujur, prcaya pada kemampuan diri sendiri, disiplin dan bertanggung jawab,” pesan Bukori.

Dia mengibaratkan bahwa kejujuran itu seperti emas 24 karat. Dimanapun, emas akan tetap bernilai dan selalu bermanfaat.

“Artinya, nilai memang penting, tapi kejujuran jauh lebih penting,” kata Bukori.

Motivasi yang dilakukan Bukori itu ternyata berdampak positif pada pelaksanaan PAS  kali ini. Siswa  lebih disiplin dalam jam masuk dan keluar ruangan dan situasi ruangan saat mengerjakan PAS lebih kondusif.

“Semoga hal ini juga berdampak pada hasil nilai yang diraih peserta didik,” harap Bukori. (shodiq_rma/Wul)