Nizar : Kebijakan Haji Tahun 2018 Inovatif

Surakarta (PHU) – Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional. Pemerintah berkewajiban memberikan bimbingan, pelayanan dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan dan pelayanan lainnyayang diperlukan oleh jemaah haji.

Pada operasional haji tahun ini jemaah haji akan diberangkatkan dan dipulangkan melalui 2 fase yaitu melalui gelombang 1 dan 2. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar dalam sambutannya pada acara Pelantikan PPIH Embarkasi Solo Tahun 1439 H/2018 M dan Meal Presentation di Hotel Sunan Surakarta, Kamis pagi (05/07).

“Operasional penyelenggaraan haji terbagi dalam 2 gelombang yaitu gelombang pertama dan kedua. Gelombang 1 untuk fase pemberangkatan dimulai tanggal 17 Juli 2018 sampai dengan 29 Juli 2018 yang diberangkatkan dari tanah air dengan tujuan Bandara AMAA Madinah selama 13 hari,” ujar Nizar.

Nizar menerangkan terkait pemberangkatan gelombang kedua dimulai tanggal 30 Juli 2018 s.d. 15 Agustus 2018 diberangkatkan dari tanah air dengan tujuan Bandara KAIA Jeddah selama 17 hari.

Dalam hal pemulangan dijelaskan juga untuk gelombang pertama dimulai tanggal 27 Agustus 2018 s.d. 8 September 2018 jemaah haji akan dipulangkan melalui bandara KAIA Jeddah menuju tanah air. Sedangkan untuk gelombang kedua pemulangan akan dimulai tanggal 9 s.d. 25 September 2018 dimana jemaah haji akan dipulangkan melalui bandara AMAA Madinah.

Ditambahkan oleh Nizar bahwa tahun ini ada satu rangkaian kegiatan di Embarkasi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana  proses biometrik dan fingerprint jemaah haji yang biasanya dilakukan waktu kedatangan di bandara Arab Saudi, nantinya akan dilakukan di Embarkasi. Kegiatan ini dalam rangka percepatan proses keimigrasian data jemaah haji.

“Untuk jemaaah haji yang telah melakukan proses biometrik dan finger print maka tidak akan mengantri terlalu lama ketika kedatangan di bandara Arab Saudi dan ini nanti akan memangkas waktu ketika di bandara Arab Saudi,” katanya.

Nizar menerangkan bahwa selain kegiatan biometrik dan fingerprint, akan dilakukan proses preclearance yang berupa verifikasi dokumen dan stempel imigrasi kedatangan di imigrasi kedatangan di Arab Saudi yang tahun ini baru diberlakukan di dua bandara Embarkasi Haji yaitu Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dan Bandara Juanda Surabaya.

Selain itu tahun ini juga diberlakukan gelang jemaah haji yang telah menggunakan QR Code. QR Code pada gelang jemaaah haji berisi rekam data identifikasi jemaah sehingga bisa diakses melalui aplikasi haji pintar. Dan ini akan memudahkan petugas dalam mengidentifikasi jemaah haji yang memerlukan bantuan pelayanan.

Dalam hal pelaksanaan tahmil wa tanzil atau penimbangan dan pengangkutan barang bagasi jemaah haji, tahun ini dilakukan dari pemondokan di Makkah dan hotel di Madinah yang merupakan tanggungjawab perusahaan  penerbangan.

'Selama dalam penerbangan, jemaah haji akan mendapatkan pelayanan 2 kali makanan berat dan 1 kali snack dan minuman,” pungkas Nizar

Diakhir sambutannya Nizar mengingatkan kepada seluruh PPIH agar dapat memperhatikan terkait dengan keterbatasan armada pesawat, slot time dan masa operasional penerbangan, agar disaat pengisian kapasitas seat pesawat untuk dapat dimaksimalkan. (djs/gt).