Nor Rosyid: Transformasi Madrasah Supaya Jadi Unggulan Masyarakat

Jepara –  Kelompok Kerja MTs (KKMTs) 02 Kab. Jepara mengadakan Rapat Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah se-KKMTs 02 Kab. Jepara di MTs Sultan Fattah Sukosono Kedung Jepara, Selasa (13/02).

Kegiatan ini dihadiri kepala madrasah Tsanawiyah se-KKMTs 02 Kab. Jepara.

Dalam kata sambutannya, Ketua KKMTs 02, M. Taufiq, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda bulanan dari masing-masing kelompok kerja madrasah, guna menyiapkan agenda apa saja yang akan dihadapi bulan ini.

Secara keseluruhan ada 64 madrasah yang tergabung dalam kelompok kerja madrasah tsanawiyah 02.

“Dari Ujungwatu hingga Kedung total ada 64 madrasah yang tergabung dalam KKMTs 02, namun masih ada 2 madrasah yang masih belum melaksanakan ujian nasional, dikarenakan tingkat madrasah tersebut masih sampai kelas delapan saja” ujar Taufiq.

Agenda yang akan dihadapi bulan ini masih seputar Ujian Nasional Berbasis Komputer.

“Kita masih berkonsesntrasi mempersiapkan simulasi UNBK, dimana kita sudah melalui simulasi yang pertama yakni di bulan november, dan yang kedua di bulan ini” tambah Taufiq.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Jepara, Nor Rosyid, menyampaikan bahwa pola pikir masyarakat tentang madrasah bahwa madrasah adalah sekolah kelas dua, harus segera dirubah. Madrasah hendaknya mampu mentransformasikan dirinya menjadi sekolah unggulan pilihan utama masyarakat.

“Pola pikir masyarakat bahwa madrasah adalah sekolah pinggiran, atau madrasah adalah sekolah kelas dua, atau madrasah adalah sekolah yang kumuh, harus segera kita rubah. Kita tunjukkan bahwa sekarang madrasah sudah mengalami banyak kemajuan. Sekarang madrasah sudah menjadi unggulan masyarakat yang mampu membuat anak didiknya maju dan berprestasi bahkan hingga luar negeri” tutur Nor Rosyid.

Beliau juga mengingatkan ada 6 aspek penting dalam rangka meningkatkan mutu madrasah,

“Pertama dari aspek kelembagaan. Penguatan kelembagaan sangat perlu karena madrasah memiliki tanggung jawab besar, terutama menyiapkan masa depan bangsa. Kedua adalah konsep. Konsep harus dipikirkan matang-matang terutama apa yang hendak dituju dengan keberadaan dan madrasah. Ketiga adalah sarana dan prasarana, harus mampu mendukung kebutuhan dan keberadaan madrasah, yang bertugas melanjutkan dakwah pada generasi penerus umar Islam. Keempat, ketersediaan tenaga kependidikan, baik tenaga penunjang maupun tenaga inti yaitu pengajar atau guru. Kelima, yakni dana. Dan yang terakhir adalah berapa besar perhatian pemerintah atas kesejahteraan guru, terutama di lembaga pendidikan swasta” imbuh Nor Rosyid. (fm/bd)