Nur Syam : Lakukan review kurikulum

Salatiga – Dalam rangka membangun pendidikan untuk kesiapan kompetisi dan kompetensi diperlukan review terhadap kurikulum yang responsif terhadap perubahan sosial, ekonomi dan budaya. Kurikulum yang lebih banyak berisi pengantar-pengantar harus dilakukan analisis mendalam dalam waktu yang tidak terlalu lama. Meskipun tidak revolusioner, Nur Syam yasin hal itu bisa dilakukan dengan harapan dunia pendidikan kita bisa responsif terhadap perubahan sosial ekonomi dan budaya.

Hal itu disampaikan oleh Nur Syam, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama dalam seminar Internasional “ASEAN Economic Community 2015; Prospects and Challenger for Islamic Higher Education” menampilkan penceramah Prof. Zulkiple Abdul Ghani (Timbangan Naib Conselor, Academic dan Antara Bangsa Islamic Science University of Malaysia), Prof. John Hope (Profesor dari Auckland, New Zealand), Dr.Misnen Ardiansyah, MSi (Wakil Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga). Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dan Sekjen Kementerian Agama, Nur Syam hadir sebagai keynote speaker. Seminar diselenggarakan oleh IAIN Salatiga di Laras Asri Resort & Spa Salatiga.

Melalui seminar ini diharapkan bisa membuka cakrawala berpikir ke depan bagi PTAIN terkait dengan akan diberlakukannya MEA 2015. Tantangan yang paling besar adalah adanya kebebasan kompetisi dunia kerja secara terbuka antara tenaga kerja kita dengan tenaga kerja asing yang telah mempunyai kualifikasi internasional. “Peluang seperti ini akan semakin membuka lebar bagi mereka dengan diterapkannya MEA”, jelas Nur Syam.

Kualitas pendidikan di Indonesia hingga saat ini belum menggembirakan dari segi tenaga pendidik dan kependidikan maupun output dan outcome nya. “Saya rasa indeks prestasi pendidikan Indonesia masih berada di angka 69”, ungkapnya. Dia berharap tingkat kompensasi dan kompetisi lulusan pendidikan di Indonesia bisa siap menghadapi MEA.

Usai menyampaikan ceramahnya, Nur Syam menempatkan beramah tamah dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Ahmadi, bersama beberapa Kepala Kantor Kementerian Agama.