Nurudin : Tidak Ada Kamus di Pesantren untuk Mendirikan Negara Islam

Boyolali (humas) – Kepala Kantor Kementerian Agam Kabupataen Boyolali, Nurudin menegaskan bahwa dari zaman kemerdekaan sampai sekarang tidak ada keinginan dari pondok pesantren untuk mendirikan negara islam. Hal ini bukan berarti pesantren anti terhadap agama islam akan tetapi kalangan pesantren mempunyai keyakinan bahwa esensi syariat islam bisa berdiri tegak di indonesia seperti yang tercermin dari lima sila pancasila.

“Tidak ada kamus di Pesantren untuk mendirikan Negara Islam, tegas Nurudin.

Hal tersebut diungkapkan dalam acara Silaturrahmi Pimpinan Pondok Pesantren Dan Ormas Keagamaan Dalam Upaya Peningkatan Wawasan Kebangsaan Kabupaten Boyolali Tahun 2017. Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Boyolali bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali  tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al Huda Doglo, Candigatak Cepogo Boyolali, Selasa (31/10).

Nurudin juga menyampaikan bahwa nasionalisme pesantren di indonesia ini sudah sangat teruji. Mulai dari zaman penjajahan hingga zaman mempertahankan kemerdekaan, pesantren selalu bahu membahu ikut serta menegakkan kedaulatan negara kesatuan republik indonesia.

“Banyaknya pahlawan dari kalangan, hal ini menandakan pesantren tidak pernah absen dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan indonesia,” ujar nurudin.

Dalam menjaga kemerdekaan indonesia, pesantren senantiasa berinteraksi dengan lingkungan sekiarnya sehingga tokoh pesantren memahami betul karakteristik masyarakat. Nama pesantren juga banyak yang di nisbatkan kepada daerah berdirinya pesantren tersebut. Pendidikan yang diajarkan pun banyak yang disisipi dengan kearifan lokal.

“Apa yang dilakukan oleh pesantren tidak lain adalah bukti kecintaan pesantren terhadap kebhinnekaan negeri ini,“ ungkapnya

Nurudin berharap agar pesantren senantiasa selalu menjaga dan mengawal pancasila serta negara kesatuan republik indonesia seperti apa yang telah dilakukan para pendahulunya dalam menegakkan negara kesatuan republik indonesia. Banyak hal yang dapat dilakukan pesantren dalam mengawal pancasila dan NKRI.

“Diantaranya menyebarkan peran kesejarahan tokoh-tokoh pesantren yang aktif membumikan Islam rahmatan lil’alamin yang sarat dengan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme, menyebarkan pemikiran dinamis dan progresif para tokoh pesantren, memperluas program pesantren, melakukan kaderisasi muslim nusantara, dan menggalang sinergi kolektif dengan ormas, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, aparat penegak hukum, dan tokoh masyarakat,” paparnya.

Langkah tersebut adalah sebagai kerja nyata pesantren dalam mengawal Pancasila dan NKRI yang telah dilakukan oleh para pendiri pesantren tempo dulu.

Kegiatan teresebut dihadiri oleh kepala kantor kesbangpol kab boyolali, kodim boyolali, kepolisian resort boyolali, muspika kecamatan cepogo dan dihadiri oleh 160 pimpinan pondok pesantren dan ormas keagamaan yang ada di kabupaten boyolali.(jaim/Wul)