Observatorium diharapkan bekali para santri ilmu astronomi

Surakarta – PPMI Assalam mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah pelaksanaan acara Halaqah Falaqiyah Nasional yang dihadiri oleh 30 pimpinan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren seluruh Indonesia dan Asosiasi penggiat astronomi dan ilmu falak dan berbagai perguruan tinggi. Kegiatan Halaqah Falaqiyah Nasional ini dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin. Ikut mendampingi Menag, Staf Khusus Menteri Agama Hadi Rahman, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen Assegaf, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchmat Ali, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Amsal Bachtiar, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Ahmadi, Kepala Kanwil Kemenag DI Yogyakarta Nizar, dan Kabag TU Pimpinan (Sesmen) Khoitul Huda Basyir.

Agenda kegiatan Halaqoh Falaqiyah Nasional dimulai dengan seminar Nasional Ilmu Falak yang bertempat di Aula Pertemuan Kantor Assalaam Lantai 2 pada hari Ahad (5/7/2015) pukul 20.00 WIB dan dilanjutkan pada hari Senin (6/7/2015) pukul 08.00 – 12.00 WIB. Kegiatan dilanjutkan dengan seremonial ceramah ilmiah dengan narasumber Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian Dome Observation Assalaam yang merupakan dome observation pertama di Pondok Pesantren dan memotong tali pita sekaligus melihat berbagai peralatan yang dimiliki oleh Observation Assalaam.

Kegiatan ini sekaligus merupakan puncak rasa syukur gebyar PPMI Assalam yang ke-33 tahun semoga dengan kedatangan Beliau dan menyempatkan hadir di PPMI Assalaam memberikan motivasi dan semangat bagi keluarga besar PPMI Assalaam untuk mewujudkan pondok pesantren yang rahmatan Lil alamin dan bermanfaat bagi umat Islam, bangsa dan Negara.

Pembina Club Astronomi Santri Assalaam (CASA) PPMI Assalaam AR Sugeng Riyadi, mengatakan observatorium tersebut menjadi laboratorium pembelajaran bagi para santri dalam mendalami astronomi.

Awalnya gedung difungsikan sebagai Assalaam Center yang terdiri atas enam lantai. Saat ini CASA menempati lantai V dan VI,” papar Sugeng.

Observatorium tersebut, lanjut sugeng, dijadikan pusat kegiatan CASA yang mulai dibentuk 2005. Observatorium PPMI Assalaam tersebut menurut sugeng, sudah memiliki fasilitas lengkap meskipun belum ideal.

Sugeng mengatakan dengan observatorium tersebut,PPMI Assalaam akan mengajarkan setidaknya empat hal pada santri.Masing-masing mengajarkan penentuan arah kiblat, pembuatan kalender hijriah, mengajarkan cara menyusun jadwal waktu salat, serta mengajarkan pada santri agar bisa menghitung gerhana bulan dan matahari.

Contoh paling dekat adalah perhitungan akan terjadi gerhana matahari total pada hari Rabu 9 Maret 2016 dan hanya terjadi di Indonesia,” tambah dia. (Rahma)