OCD di MI N 5 Sukoharjo

Sukoharjo – Pembacaan Bismillah bersama-sama dipimpin oleh Waka Kesiswaan MI Negeri 5 Sukoharjo Joko Sarwono dan Waka Humas Kholis Hernowo menandai pembukaan Outdor Classrom  Day (OCD)  yang dilakukan pertama kali di MI Negeri 5 Sukoharjo pada 1 November 2018. Acara OCD Global sendiri secara nasional, adalah kegiatan yang kedua kalinya diikuti oleh Indonesia.

MI Negeri 5 Sukoharjo mengikuti kegiatan OCD Global sebagai bentuk madrasah yang sudah mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA). Tujuan OCD sendiri adalah agar anak dapat menerapkan dan berperilaku yang memenuhi 14 unsur yaitu : pembentukan karakter positif, Imtaq, Kesehatan, Climate Change, permainan tradisional, cinta tanah air, literasi, pengurangan resiko bencana dan mendorong madrasah menjadi Madrasah Ramah Anak.

Seremonial pembukaan acara OCD Global sendiri dilaksanakan setelah proses penyambutan anak yang sampai ke sekolah pada pagi hari pukul 06.15 – 16.45 (yang sebenarnya sudah dilakukan tiap hari) dengan senyum, salam, dan Sapa (3S) dan setelah sebelumnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan 3 stanza sebagai bentuk pendidikan karakter pada anak-anak.

Widodo,  kepala MI Negeri 5 Sukoharjo, yang dihubungi terpisah karena sedang menjadi panitia Lomba Hari Guru Nasional di tingkat Cabang Khusus PGRI Kabupaten Sukoharjo menyampaikan bahwa tujuan OCD searah dan menyempurnakan  tujuan pendidikan Karakter yang diterapkan pada Kurikulum 13 yang digunakan di MIN 5 Sukoharjo. “Sebenarnya, tujuan-tujuan pada OC Day itu sudah ada dalam pelaksanaan Kurikulum 13, jadi anggap saja OC Day ini sebagai penyempurna pelaksanaan Kurikulum itu sendiri”, jelasnya saat dimintai keterangan.

Setelah pembukaan selesai, anak-anak dengan dibimbing guru madrasah meneriakkan yel-yel dan bernyanyi setelah itu diarahkan untuk mencuci tangan bersama-sama  sebagai pendidikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan kemudian mengambil bekal yang sudah disiapkan orang tua mereka dari rumah masing-masing untuk kemudian berkumpul kembali ke halaman belakang madrasah untuk melakukan doa sebelum makan dengan bersama-sama sebagai pendidikan Imtaq dan dilanjutkan dengan sarapan bersama  sebagai penanaman pentingnya kesehatan dan gizi seimbang dan diakhiri doa setelah makan bersama-sama.

Selepas sarapan dan berdoa, anak-anak dituntun untuk mencuci tangan kembali dan dilanjutkan dengan menyingkirkan barang-barang yang dapat membahayakan anak dilanjutkan dengan membuang sampah ke tempat sampah sebagai  pendidikan cinta lingkungan.

Anak-anak juga dibimbing untuk memastikan tidak ada kran yang terbuka sebagai bentuk pendidikan hemat energy. Selain itu anak-anak juga diajak untuk melakukan simulasi sadar bencana dalam gerak dan lagu dan dilanjutkan dengan sesi permainan tradisional. Tarik tambang menjadi permainan tradisional yang dipilih untuk dimainkan. Anak-anak bermain Tarik tambang dengan gembira, penuh semangat dan sangat meriah, tanpa terasa telah menyita tenaga dan waktu, membuat jam seakan bergerak dengan cepat.

Sebelum OCD berakhir, Anak-anak dipersilahkan istirahat 15 menit yang setelahnya melanjutkan kegiatan penutup dengan menyanyikan lagu maju tak gentar.

Akhirnya, 4 jam  pun  terlewati melebihi waktu pelaksanaan OCD yang diharapkan  2.5 jam karena banyaknya jumlah siswa yang antusias mengikuti kegiatan khususnya permainan tarik tambang. Para siswa pun kembali ke kelas masing-masing dengan riang gembira terbawa susasana OCD yang menyenangkan. (IbnuKaab/bd)