Optimalisasi Peran FKUB dan Kemenag Klaten dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama

Klaten – FKUB merupakan lembaga eksternal yang dibentuk melalui kerjasama antara masyarakat, pemerintah daerah dan Kementerian Agama. FKUB Klaten memiliki peranan strategis dalam menjaga kondisi kondusif kerukunaan umat beragama.

Demikian disampaikan Kasi Bimas Islam Kemenag Klaten Hartanto saat menjadi narasumber dalam Dialog Refleksi Akhir Tahun, Peran Tokoh Agama Untuk Merajut Kebersamaan Dalam Kebhinnekaan yang dihadiri Pengurus FKUB Klaten, Muspika se Kabupaten Klaten dan Pengurus Lembaga/ Ormas Keagamaan yang bertempat di Gedung Dharma Wanita Klaten,Rabu (19/12).

“Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mempunyai peran dan posisi yang strategis dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Keberadaan FKUB sangat strategis sebagai penjaga aktif garis kerukunan antarumat beragama,” tandas Hartanto.

Inti dari kerukunan dan toleransi antarumat beragama adalah saling mengerti dan memahami, bukan saling meleburkan atau mencampurbaurkan identitas, atribut, simbol, dan ritual keagamaan yang berbeda.

“Ini sesuai dengan salah satu misi Kemenag, yakni meningkatkan kualitas kerukunan antarumat beragama dan mengimplementasikannya di tengah-tengah masyarakat kita,” ungkapnya.

Perlu disadari bahwa kemajemukan, keragaman merupakan sunatullah yang tidak terelakan, perbedaan dan keragaman harus menjadi modal sosial dalam mewujudkan cita-cita kebangsaan secara luas. Upaya tersebut membutuhkan tumbuh kembanganya sikap toleransi, saling menghormati dan saling pengertian seluruh umat beragama baik pada level internal umat maupun eksternal.

Oleh sebab itu besar harapan dengan adanya dialog kita hari ini menjadi momentum baru dalam menjaga dan membangun pusat peradaban umat beragama yang toleran.

Alhamdulillah di Klaten sampai akhir tahun ini tidak ada konflik yang sangat berarti, ini menunjukkan peran FKUB, tokoh agama dalam merawat perbedaan dalam keberagaman dapat berjalan dengan baik.

Kantor Kementerian Agama saling bersinergi dalam menjaga kerukunan  umat beragama dengan adanya kegiatan-kegiatan dialog yang difasilitasi dari Kemenag, dengan harapan keharmonisan dalam perbedaan dapat terjaga dengan baik.

Dalam kegiatan dialog juga menghadirkan narasumber Djazuli Fadiel Ketua MUI Klaten dengan mengangkat materi Refleksi Bersatu dan Kebersamaan dan juga dari Ketua FKUB Klaten Syamsuddin Asyrofi dengan materi Menangkal Pemahaman Keagamaan yang Mengancam Keutuhan NKRI.(aj/Wul)