Optimalkan Kinerja Untuk Pelayanan Publik

BLORA – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora yang baru, Nuril Anwar dalam sambutan pembinaan di aula kantor kemenag Blora (23/3) mengharapkan ASN Kementerian Agama Blora mengoptimalkan kinerja dalam pelayanan publik dengan biaya yang terjangkau, efisien dan aman baik melalui alokasi anggaran yang tersedia, sinergitas lintas sektoral yang ada serta dana zakat dari pegawai yang ada.

Pelayanan publik tersebut menurut Nuril sangat penting supaya masyarakat bisa merasakan manfaat dari keberadaan Kementerian Agama sehingga masing masing seksi hendaknya mempunyai program unggulan yang bisa menunjang kualitas kinerjanya langsung berdampak pada masyarakat.

Nuril juga menjelaskan bahwa pada era reformasi dan transparansi sekarang muncul sebuah paradigma dan tuntutan baru dari masyarakat tentang pelaksanaan tugas kemenag sebagai pelayan publik yang mengarah pada perbaikan dan penyempurnaan pelayanan yang lazim dikenal dengan istilah Pelayanan Prima. Untuk itu, dalam hal perbaikan dan penyempurnaan pelayanan ini hendaknya disikapi dan disambut baik seluruh pimpinan dan segenap jajaran dilingkungan Kementerian Agama Kab. Blora dengan senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan dalam melaksanakan tugas masing masing.

Aparat Kementerian Agama diperintahkan agar senantiasa meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, Karena hakikat dari reformasi birokrasi adalah pelayanan publik yang baik, akuntabel dan transparan. “Reformasi birokrasi adalah melakukan suatu program yang inovatif  dengan paradigma yang baru untuk pelayanan masyarakat dan hendaknya dengan sepenuh hati, sehingga arah program adalah servis sebagai abdi rakyat bukan hanya nafsu” tuturnya.

“Harapan kami adalah sebagai institusi keagamaan bisa bekerja bersama sama saling mendukung satu dengan yang lain sebagai organisasi yang solid untuk mencapai hasil pelayanan Kemenag yang optimal” lanjutnya.

Pihaknya mencontohkan bahwa fungsi pelayanan publik yang bermanfaat yakni adanya pelayanan haji satu atap yang merupakan kelanjutan dari kebijakan penyederhaan pendaftaran haji. Karena menurutnya, pada tahun 2016, Ditjen PHU telah melakukan inisiatif menyederhanakan pendaftaran haji hanya dua fase, yakni kemenag lalu ke bank dan jemaah sudah bisa pulang membawa nomor porsi.

Layanan ini akan sangat membantu dan memudahkan jemaah, khususnya di daerah yang jarak antara kantor Kemenag dengan bank penerima setoran berjauhan antara satu dengan lainnya.

Ia pun berharap para pimpinan seksi dapat berperan aktif menjadi bagian dari agen perubahan (agen of change) dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sedemikian pesat dengan jiwa dan orientasi pelayanan publik.

Ia mengakui banyak kemajuan yang dicapai dalam peningkatan kualitas kehidupan beragama, pendidikan agama dan keagamaan, penyelenggaraan ibadah haji, kerukunan umat beragama dan tata kelola pemerintahan yang baik belum diketahui masyarakat dengan baik sehingga perlu kita lakukan bersama dengan kerja nyata.

Kemenag menurutnya memiliki banyak potensi seperti adanya dana zakat pegawai, UPZ hendaknya disalurkan untuk program kemaslahatan umat sesuai peruntukan yang diperbolehkan dalam agama, adanya sertifikasi tanah wakaf yang produktif, kegiatan TPQ dan madin yang lebih transformatif, seperti gerakan maghrib mengaji dan lainnya.

Kasubbag TU Kemenag Blora, Dwiyanto juga menyatakan sangat antusias dengan program dan ide yang positif  bagi upaya pembangunan Kemenag yang lebih inovatif yang disampaikan Kepala kankemenag Blora yang baru sehingga perlu untuk ditindaklanjuti masing masing seksi, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 65 Tahun 2013 tentang Pelayanan Publik di Kementerian Agama, bahwa penyelenggaraan pelayanan publik yang layak sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik dan ketentuan peraturan perundang-undangan, perlu dilakukan di lingkungan Kementerian Agama.

“Kualitas pelayanan terhadap masyarakat ini harus selalu dijaga dan diawasi agar tercipta perbaikan secara terus menerus sehingga kemenag Blora semakin baik dan bermanfaat bagi masyarakat”paparnya.

Dwiyanto meminta agar aparat Kemenag tidak perlu terlalu banyak mengeluarkan wacana, namun bagaimana melakukan implementasi kerja langsung sehingga membuahkan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat. “mulai saat ini kita jangan banyak wacana, implementasi ini yang penting,” pungkasnya.(ima/bd)