Optimalkan PTSP Untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Kota Magelang – Saat ini Kantor Kementerian Agama Kota Magelang tengah mempersiapkan diri menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Upaya yang dilakukan salah satunya adalah optimalisasi kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang telah 2 tahun beroperasi. Meningkatnya indeks kepuasan masyarakat merupakan usaha yang secara terus menerus harus dilakukan oleh kementerian agama untuk menilai kulaitas layanan yang telah yang telah diberikan..   

Dalam arahannya Kepala Kankemenag Kota Magelang mengungkapkan “secara umum, kondisi pandemi Covid 19 di negara kita semakin membaik. Meskipun  diwilayah Kota Magelang masih berada di level 3, akan tetapi mutu layanan kepada masyarakat tidak boleh menurun kualitasnya. “Layanan PTSP itu bersifat dinamis, kita membutuhkan pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif untuk mengoptimalkan kualitas layanan” terang Sofia Nur.

“Idealnya secara rutin kita harus menjadwalkan kegiatan untuk melakukan evaluasi terhadap dinamika yang terjadi di PTSP. Dengan melakukan evaluasi secara rutin kita akan dapat mengurai terhadap masalah dan tantangan yang harus dihadapi.  Kita butuh waktu untuk mendiskusikan solusi sesuai skala prioritas dan mengacu pada pedoman standar pelayanan yang dirumuskan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi”  imbuh Sosia Nur.

Sementara itu kepada staf internalnya Plt. Kasubbag TU Kankemenag Kota Magelang “Sasaran utama dari PTSP tidak hanya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat semata, akan tatapi juga harus menyederhanakan proses layanan dengan sasaran terwujudnya pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, pasti dan akuntabel. Keberadaan PTSP merupakan upaya kementerian agama memberikan layanan yang terbaik dan meningkatkan hak-hak masyarakat dalam aspek pelayanan publik” tutur Abdurrosyid.

Koordinasi internal di Subbag TU Kankemenag Kota Magelang yang khusus membahas PTSP di Aula Kantor tersebut selain di hadiri oleh para petugas PTSP,  juga PPK, perencana, bendahara, pranata komputer dan  pranata humas. (Hari).