Optimisme Calon Peserta Tes Petugas Haji

Semarang (PHU) – Sebanyak 359 orang hadir dalam kegiatan tes petugas haji di Hotel Patra Semarang, dengan jumlah kuota petugas yang diperebutkan sebanyak 86 orang formasi TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia), 82 orang untuk formasi TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji) dan 14 orang formasi PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi. Dimana tahun ini tes petugas haji tahap kedua menggunakan sistem Computer Asissted Test (CAT) berbasis andorid. Dan ini merupakan tahun kedua untuk tes petugas haji secara online.

Tidak sedikit dari calon peserta yang menganggap tes menggunakan handphone andorid merupakan barang baru. Namun lebih banyak dari peserta yang tidak gagap dengan tes secara online. Salah seorang peserta tes calon petugas haji yang berasal dari Balai Diklat Semarang, Suwardi, yang menganggap tes ini berbeda dengan tes petugas haji yang dulu pernah diikutinya .

“Mulai dari registrasi pendaftaran online, upload berkas dan berkas diverifikasi online oleh admin sebelum berhak mengikuti tes semuanya secara online. Lumayan menguras tenaga dan butuh menyempatkan waktu agar dapat terverifikasi sukses registrasinya untuk mendapat kartu ujian,” diceritakannya, Selasa (05/03).

“Bolak balik saya perbaiki dokumen karena ada berkas yang salah scan,” ucap Suwardi sambil tertawa.

Berbeda dengan peserta yang berasal dari Kabupaten Kudus, Saifur Rohman yang mencoba keberuntungannya mengikuti tes petugas haji di musim haji tahun ini.

“Ini pengalaman ikut tes petugas haji yang kedua kalinya, yang kemarin ikut tetapi tidak lolos,” ujar Saifur.

Saifur menceritakan pengalamannya mengikuti tes tahun kemarin, dimana pada tahun 2018 dirinya mengikuti tes petugas haji dengan formasi pilihannya PPIH Arab Saudi. Dikatakannya bahwa dirinya lolos di tahap pertama tingkat Kabupaten tetapi tidak lolos di tahap kedua tingkat Kanwil.

“Formasi tahun ini saya pilih petugas yang menyertai jemaah haji, Lha tahun kemarin gagal di PPIH sekarang memilih TPHI,” katanya.

Saat ditanya disela-sela menunggu sesi wawancara mengenai soal-soal CAT, Saifur menjelaskan soal tiap peserta berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, dan durasi waktu untuk mengerjakan hanya 1,5 jam.

“Tesnya cukup sulit, selama 1,5 jam itu mengerjakan 100 soal pilihan ganda, ada soal peraturan terkait penyelenggaran haji, manasik haji, wawasan kebangsaan, Pancasila dan penanganan apabila menemui kasus-kasus terkait haji,” terang Saifur.

Saifur sudah pasrah dan berharap mendapatkan nilai terbaik dan lolos sebagai petugas haji karena dirinya merasa sudah berusaha secara optimal dalam mengikuti tes rekrutmen petugas haji dan sudah mempersiapkan diri sejak awal dari tingkat Kabupaten. (vd/gt).