Orang Tua Harus Kreatif Mendidik Anak di Era Teknologi

Mungkid – Menyikapi era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya pertumbuhan teknologi, mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Orang tua dituntut lebih bersabar dan kreatif dalam mendidikan anak-anaknya. Kepala MIN 3 Magelang Siti Nurul Wachidah, melalui media sosial menyampaikan sebagai bentuk pelayanan psikologi kepada siswa dan orang tua/wali murid, MI Negeri 3 Magelang bekerja sama dengan Polsek Kecamatan Secang mengadakan kegiatan Sosialisasi Parenting Education, Senin, (5/6) lalu.

“Orang tua harus memiliki taktik dalam menghadapi anak yang sudah mengenal teknologi. Mendampingi anak dalam penggunaan teknologi dan membimbing mereka menggunakan teknologi secara positif agar nilai-nilai pendidikan Islam tidak luntur,” kata Nurul Wachidah.

Nurul Wachidah menyampaikan agar para orang tua dapat memperhatikan pendidikan anak sejak dari kandungan. Islam sudah mengajarkan bagaimana cara mendidik dan membesarkan anak sejak masih berada di dalam kandungan.

“Jadi apabila sejak dini anak sudah dibekali dengan ilmu sesuai dengan ajaran agama Islam, maka anak itu akan tumbuh menjadi anak yang beriman dan bertaqwa kepada Allah serta berbakti kepada orang tua,” lanjutnya.

Orang tua perlu memahami tentang apa maksud dari mendidik anak. Mendidik anak bukan hanya tentang mengirim anak ke Madrasah yang mengajarkan pendidikan Islam, karena percuma saja anak mendapat pendidikan di madrasah namun di rumah orang tua lalai memperhatikan perkembangan anak.

“Dalam mendidik anak ada dua kendala utama yaitu dari faktor internal dan eksternal. Kendala ini yang sering menjadi ujian bagi orang tua agar terus bersabar dalam mendidik anak,” katanya.

Nurul menyampaikan kendala dari faktor internal adalah peran orang tua kepada anak. Peran orang tua sangatlah penting, bagaimana kepiawaian orang tua juga keharmonisan keluarga sangatlah berpengaruh pada perkembangan mental serta pikiran anak. Sedangkan faktor eksternal antara lain lingkungan masyarakat dan juga sekolah. Baik guru dan masyarakat memiliki pengaruh yang mungkin bisa berdampak lebih besar dari faktor internal. Karena guru tidak bisa mengawasi siswa setiap saat, maka semua itu kembali kepada peran orang tua dalam mendidik anak.

Nurul mengutip sabda Rasulullah Saw, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi. “ (HR. Bukhari). Pesan ini mengingatkan bahwa semua anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, dan orang tua mempunyai peran yang besar dalam mendidik anak-anaknya untuk mengenalkan agama Islam sebagai pedoman hidup.

Sedangkan AKP. Purwanto Kapolsek Secang, dalam paparannya mengajak anak-anak untuk mempraktikkan pembiasaan disiplin dalam keluarga, mendorong orang tua akan pentingnya pengawasan anak dalam memanfaatkan media sosial dan internet, serta bagaimana orang tua harus bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi anak dalam kehidupan sehari-hari. (am/sua)