OSIS Wadah Pengembangan Potensi Siswa

Resume :

– Dengan pertimbangan kelayakan konten,  kiriman berita “OSIS Wadah Pengembangan Potensi Siswa” lebih tepat mengisi konten berita di website Kankemenag

– Demikian untuk menjadikan maklum.

===============================================================

 

Kendal – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah wadah siswa untuk berlatih menjadi pemimpin, maka persiapkanlah masa depan sedari sekarang dengan cara berorganisasi yang baik, cerdas, kreatif dan bertanggung jawab.

“Kalian adalah calon pemimpin masa depan, jadi belajarlah memimpin dari sekarang,” ujar Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) Brangsong Fathudin kepada kandidat Ketua Osis periode 2017-2018 Senin (20/03) di Halaman madrasah setempat.

Fathudin menambahkan, organisator yang baik bisa membagi waktu untuk belajar untuk kepentingan akademiknya dan waktu untuk mengelola jalannya organisasi yang dipimpinnya sehingga semua berjalan beriringan dan meraih hasil yang maksimal dalm prestasi akademik dan non akademik, jangan sampai organisasi mengalahkan belajar atau belajar tapi meninggalkan organisasi.

“Calon pemimpin harus bisa membagi waktu untuk belajar dan organisasi yang digelutinya,” ingat Fathudin

Kepada calon pemilih yang terdiri dari perwakilan kelas, Fathudin berpesan, pilihlah calon ketua OSIS yang bisa menampung aspirasi kalian secara demokratis serta mampu amanah menjaga kepercayaan dari para pemilih.

Usai pemilihan yang bersifat Langsung Umum Bebas dan Rahasia (LUBER), Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan yang juga Pembina OSIS, Agus Budiyono mengumumkan, dari pemilihan langsung tersebut didapatkan hasil bahwa Siti Rofiqoh siswa Kelas 8A terpilih menjadi ketua OSIS setelah mengalahkan pesaingnya Via Nabila dari kelas 7D.

“Siti Rofiqoh ditetapkan menjadi Ketua Osis dengan perolehan suara 62 mengalahkan Via Nabila yang mendapat dukungan 28 suara,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, tidak semua siswa mencoblos, tapi menggunakan sistem Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK). Sehingga suara yang masuk hanya 90 yang merupakan representasi dari suara tiap kelas yang diwakili pengurusnya.

Ditambahkan Agus, tujuan diadakannya Pemilihan Ketua OSIS ini sebagai sarana siswa untuk belajar demokrasi, yang kalah bisa menerima dengan lapang dada, yang menang tidak besar kepala.

“Kita ingin tanamkan sifat ksatria dalam berdemokrasi, menang ora umuk kalah ora ngamuk,” pungkas Agus (ab-ja)