Outdoor Class, Lebih Kontekstual Dan Penuh Makna

SlawiOutdoor class adalah salah satu proses kegiatan pengungkapan fakta – fakta melalui observasi dan wawancara dalam proses memperoleh keterangan atau data dengan cara terjun langsung ke lapangan. Outdoor class akan membantu guru dan siswa dalam mengungkap fakta terkait dengan materi pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, siswa tidak hanya menerima teori yang bersifat taken for granted tetapi sesuai dengan kenyataan yang ada.

Oleh karena pentingnya kegiatan tersebut, Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dan IPA pada hari Senin (27/11) menyelenggarakan kegiatan outdoor class yang diikuti 120 peserta didik yang diambil dari perwakilan kelas. Ada beberapa sasaran lokasi tempat kegiatan, yaitu pertama, Pabrik kecap yang berada di Desa Curug Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal. Kedua,  Kampung Matematika Kabupaten Tegal, dan Ketiga Obyek Wisata Cacaban, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.

“Dengan Outdoor class mata pelajaran Matematika dan IPA diharapkan pembelajaran lebih bersifat kontekstual dan penuh makna serta tidak hanya terbatas dalam tembok sekolah. Selain itu bisa membantu peserta didik dalam berinteraksi sosial,” demikian disampaikan Mukhlasin, selaku Kepala Madrasah saat melepas peserta.

Sementara itu Sodikin, selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum menambahkan,“Mata Pelajaran Matematika dan IPA adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berfikir yang diperlukan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun menghadapi kemajuan IPTEK, sehingga matematika dan IPA perlu dibekalkan pada siswa dengan berbagai cara.”

“Dengan Pembelajaran yang dilaksanakan di luar ruangan kelas yang dapat menjadi sarana yang efektif dalam membantu perkembangan dan belajar siswa secara menyeluruh, baik perkembangan fisik-motorik, sosio-emosi dan budaya, maupun perkembangan intelektual,” imbuh Sodikin.

Lebih lanjut, Haris Wigiarta   selaku ketua panitia penyelenggara menyatakan, tujuan khusus dari kegiatan Outdoor Class MIPA 2017 adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi bioteknologi dalam mata pelajaran IPA, pemahaman siswa terhadap materi kesebangunan dan bangun ruang sisi lengkung dalam mata pelajaran matematika.”

“Siswa dapat menganalisis perubahan reaksi yang terjadi dalam proses pembuatan  kecap, Siswa dapat mengetahui cara menentukan tinggi pohon dengan memanfaatkan bayangan pohon, Siswa dapat mengetahui cara menemukan rumus luas bola, volume bola, volume tabung dan volume kerucut. Siswa dapat merumuskan hasil pengamatan di lapangan dalam bentuk laporan Outdoor Study. (Byrs/Za/rf)