Outdoor Classroom Day Ajarkan Ketrampilan Penting dalam Kehidupan

Sragen-Outdoor Classroom Day (OCDay) adalah salah satu kegiatan untuk memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada bulan November. Kegiatan tersebut merupakan upaya pengembangan madrasah ramah anak yang bertujuan untuk dapat memenuhi, menjamin, dan melindungi hak anak. Anak-anak juga diharapkan dapat mengembangkan bakat dan minat dengan penuh semangat. Demikian diutarakan kepala MIN 1 Sragen, Ruslan Haifani dihadapan guru dan siswanya saat membuka kegiatan di lapangan madrasah, Kamis (01/11).

“Bermain, merupakan salah satu hak anak, yang mampu mengajarkan keterampilan penting dalam kehidupan seperti daya tahan, kerja sama, dan kreativitas. Outdoor Classroom Day atau Belajar di Luar Kelas adalah hari untuk menginspirasi pembelajaran di luar kelas” kata Ruslan.

“Belajar di Luar Kelas merupakan Kampanye Global untuk menginspirasi aktivitas belajar dan bermain di luar kelas, minimal 90 menit setiap hari. Lebih dari 20 negara di seluruh dunia melakukan Belajar di Luar Kelas, antara lain: Inggris, Australia, India, Colombia, Saudi Arabia, dan Amerika. Jutaan anak dari ribuan sekolah turut mengambil bagian dalam Kampanye ini” lanjutnya.

Setelah pengarahan dari kepala madrasah, para siswa dipandu para guru melaksanakan senam GERMAS dan senam UKS. Setelah pelaksanaan senam, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan bersih lingkungan, membaca buku literasi, makan bekal bersama dan simulasi sadar bencana.

Simulasi sadar bencana ini menurut Ruslan Haifani menjadi kegiatan yang cukup menarik karena baru kali pertama dilaksanakan di MIN 1 Sragen. Kegiatan ini diharapkan agar para siswa lebih tanggap bencana terutama gempa bumi, karena gempa bumi adalah bencana yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Para siswa dilatih menjadi pribadi yang tangguh dan tanggap dalam menghadapi bencana. 

“Walaupun Sragen secara geografis memang bukan daerah yang rawan bencana gempa bumi, namun dengan simulasi ini siswa kami harap memahami, siap dan paling tidak bisa ikut merasakan keadaan saudara saura di Indonesia yang tertima bencana gempa bumi” tutur Ruslan. (rus/ira/rf)