PAIF Kec. Pakis Prioritaskan Remaja sebagai Objek Binaan

Magelang – Masa remaja adalah masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini, ketidakmantapan kepribadian membuat remaja gampang berpindah dari perilaku atau norma-norma lama ke norma baru sebagai indikasi belum matangnya kepribadian.

Menjadi harapan, para remaja indentik keterampilan yang mumpuni (good skill), intelegensia, keberanian, kejujuran dan selalu berpijak pada nilai kebenaran. Pembinaan moral dan kreativitas menjadi sasaran dakwah Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kecamatan Pakis, Achmad Syaefudin.

Achmad Syaefudin menyampaikan bahwa  sebagai seorang Penyuluh Agama, dirinya merasa tertantang untuk menjadikan para remaja menjadi  objek dakwahnya. Saat ditemui di KUA Pakis, Selasa (7/3/2017), ia memprioritaskan pembinaan kepada para remaja pada sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Pakis.

“Pada kegiatan Mujahadah dan Motivasi Siswa kelas XII SMA Islam Sudirman Pakis, Kamis, (23/2/2017), Penyuluh Agama Islam memberikan penguatan mental untuk melecut semangat para siswa sukses Ujian Nasional salah satu tahapan untuk meraih sukses selanjutnya,” jelas Syaefudin.

Menurut Syaefudin, untuk meraih keberhasilan setiap orang harus mempunyai motivasi diri yang kuat. Sebagaimana Gajah Mada melakukan Sumpah Palapa untuk menyatukan nusantara, atau Kaisar Jepang yang bertekad membangun kembali negaranya pasca dibom atom oleh Sekutu.

“Dengan motivasi diri yang kuat, maka segala upaya yang dilaksanakan akan maksimal. Kepada para ssiwa kita dorong agar mengurangi waktu bermain dan waktu istirahat, sehingga waktu untuk belajar lebih banyak,”lanjutnya.

Dalam menyampaikan materi pembinaan, Syaefudin lebih menekankan pembentukan karakter berlandaskan agama (spiritual character building) seperti kedekatan dengan Allah Swt dan meraih ridlo orang tua sebagai kunci sukses di dunia dan akhirat.

“Kita dorong agar para siswa dekat dengan Allah Swt. Ketika dekat, berkomunikasilah dengan Allah, memohon segala harapan dan keinginan, semoga Allah Swt memberikan nikmat dan rizki-Nya. Perbaiki hubungan dengan orang tua, baik di rumah maupun di sekolah. Pada hakikatnya menuntut ilmu adalah wujud berbakti kepada kedua orang tua,” katanya.

Syaefudin melanjutkan PAIF dapat bekerja sama dengan instansi lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaannya. Seperti yang dilakukan di SMPN 3 Pakis, Syaefudin bekerja sama dengan Wiwik Lisyowati, Penyuluh Kesehatan Puskesmas Kec. Pakis melalui kegiatan Penyuluhan Agama dan Kesehatan Remaja.

“Kegiatan tersebut kita isi dengan pemeriksaan kesehatan termasuk cek golongan darah secara gratis. Penyuluh Agama Islam memberikan materi tentang sosialisasi pernikahan, pencegahan usia dini, dan pergaulan remaja yang baik. Sedangkan dari Penyuluh Kesehatan memberikan materi Kesehatan Reproduksi dan Bahaya HIV/AIDS,” paparnya.

Syaefudin berharap kegiatannya menyasar para remaja dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas remaja di Kecamatan Pakis. Dengan kondisi geografis pegunungan, keberagaman agama, dan tingkat pendidikan orang tua yang rendah, panggilan hati sebagai Penyuluh Agama menguatkan keinginannya memprioritaskan para remaja sebagai objek binaannya. (m45k/Af)