PAIS Gelar Worksop Penilaian Kurtilas Untuk Guru PAI SMP se Kab. Batang

Batang – Tujuan workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kembali terhadap kurtilas khususnya mulai dari regulasinya yang mengalami revisi hingga 4 tahap, meningkakatkan penerapan kurtilas serta kemampuan guru PAI untuk memenuhi 6 standar kompetensi, demikian disampaikan Kasi Pais Kemenag Kab Batang H.Slamet, dalam sambutan pembukaan worksop penilaian kurtilas yang diikuti oleh guru-guru PAI SMP se kabupaten Batang pada Selasa (15/05) di Hotel Santika Kota Pekalongan.

Slamet mengatakan, bahwa kurtilas hingga kini telah mengalami kurang lebih 4 kali revisi yang menyangkut penguatan karakter, keterkaitannya dengan abad ke 21, penilain yang berbasis ketrampilan serta memasukkanya leterasi  pembelajaran baik didalam maupun diluar kelas.

“Tujuan dari workshop ini adalah disamping untuk meningkatkan pemahaman kembali terhadap kurtilas, juga untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penerapan kurtilas serta memberi bekal kemampuan kepada guru PAI SMP dalam memenuhi 6 standar kompetensi sebagaimana diamanatkan KMA,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang Kudaifah dalam sambutannya menyoroti bahwa secara kesejarahannya kurtilas ada dikarenakan ketidak seimbangan antara semua sektor termasuk didalamnya antara sainstifik dengan karakter atau akal budi yang biasa kita kenal dengan akhlakul karimah dalam pendidikan nasional kita.

“Melihat kesejarahannya kurtilas yang ada ini dikarenakan adanya ketidak sembangan pendidikan kita antara sainstifik dengan pendidikan karakter atau akal budi, sehingga banyak kita dapati orang yang memiliki tingkat kecerdasan ilmu dan teknologi, namun kurang berakhlakkul karimah,” katanya.

Menurut Kudaifah kita yang berada didalamnya seharusnya memahami bahwa misi yang sangat besar dari kita adalah dakwah.

“Kita harus menyadari bahwa disanalah lahan dakwah kita, disanalah ladang ibadah kita, maka kita harus bersungguh-sungguh, menikmati pekerjaan yang kita lakukan,”lanjutnya

Beliau juga menegaskan, bahwa ditahun 2045 Indonesia berada pada tahun generasi emas, dimana pada saat itu dilakukan penyiapan konsep-konsep karakter generasi bangsa secara sempurna.

“Kita cermati bahwa ditahun 2045 Indonesia akan berada pada tahun generasi emas, dimana saat itu dilakukan penyiapan secara sempurna konsep-konsep karakter generasi bangsa, akan tetapi mustahil semua itu akan terwujud tanpa peran serta secara keseluruhan guru-guru PAI dalam mempersiapkan karakter atau akal budi siswa, Siswa-siswa kita ditahun 2045 akan menjadi generasi yang diharapkan oleh negara menjadi pelaku berbangsa dan bernegara, bila tidak dibekali karakter atau akhlakul karimah, maka era itu akan berbahaya”,tegasnya.

Diakhir sambutannya dia menegaskan bahwa Karakter adalah agama, manusia tanpa agama mustahil akan  mencapai kedamaian,ketentraman dan selalu berkhusnodzon. (Zy/rf)