PAIS Kemenag Pati Gelar Sosialisasi Pengelolaan Data Informasi dan Kehumasan

Pati – Kantor Kementerian Agama Kab. Pati melalui Seksi PAIS menggelar sosialisasi Pengelolaan Data Informasi dan Kehumasan di hotel Griya Lestari Jl. Ki Penjawi no.51A Pati, Rabu (19/4). Sesuai laporan Panitia Pelaksana Imam Suhadi, Sosialisasi ini diikuti 50 orang peserta perwakilan dari KKG dan MGMP pada masing-masing jenjang se Kabupaten Pati, dan menghadirkan tiga nara sumber yaitu Zubaidi yang mewakili KaKankemenag, Lasiyanto dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah dan Danar Styorini operator EMIS Kemenag Kabupaten Klaten.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan harapan memberikan pemahaman kepada peserta (GPAI) tentang pengelolaan data informasi dan kehumasan berbasis aplikasi EMIS dan Simpatika, sehingga bisa meningkatkan kemampuan para guru PAI dalam mengelola serta memenuhi permintaan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu serta meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan pengelolaan data berbasis IT pada lembaga pendidikan masing-masing,”jelas Imam.
Sementara Kepala KanKemenag Kab. Pati yang diwakili Plt. Kepala Subbag Tata Usaha Zubaidi dalam arahannya saat membuka acara tersebut mengharapkan kepada para peserta agar data yang mereka kelola khususnya data EMIS harus betul-betul akurat karena data yang dikirim akan langsung terekam di pusat, ujarnya.
Selain itu Zubaidi juga berharap kepada setiap guru agama di dalam menjalankan tugasnya mempunyai tanggungjawab untuk mengolah data EMIS, sehingga dituntut mengusai IT sehingga tercipta SDM yang handal guna mencerdaskan mutu pendidikan. “Kepada peserta ikutilah rakor ini dengan sebaik baiknya dari awal hingga akhir”, pintanya.
Semoga kegiatan yang dilaksanakan tersebut bisa memberikan pemahaman kepada para guru PAI bahwa data EMIS sangat perlu dipahami sebagai suatu pemutahiran data informasi kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama,”ujar Zubaidi
Olehnya itu dia berharap agar tenaga pengolah data informasi Pendidikan Agama Islam dapat melaksanakan tugasnya secara optimal untuk tercapainya akurasi data dan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Agama Islam dalam hal pelayanan penguatan data,”pungkasnya. (Athi’/bd)