Pak Gik, Dedikasi Tinggi Tiada Henti

Surakarta – Sugiarto. Itulah namanya. Sosok guru yang patut jadi contoh. Beliau aktif sebagai salah laboran di MAN 1 Surakarta. Siswa yang praktikum di laboratorium pasti tidak asing dengan sosok yang bersahaja ini. Di usia yang sudah 72 tahun, pak Gik ( begitu beliau sering dipanggil), masih semangat mendampingi siswa yang melakukan praktikum di laboratorium fisika, kimia, dan biologi.

Pengabdiannya dimulai sejak tahun 1979. “Pada saat itu saya bekerja di Tata Usaha selama dua tahun. Selanjutnya tahun 1981, saya mulai menjadi laboran. Hal ini karena saya lulusan jurusan IPA di tahun 1965, walaupun saat itu tidak pernah praktik. Saya sangat terbantu oleh bapak Arwani, yang membimbing saya menjadi laboran. Baru kemudian tahun 2000, berkesempatan mengikuti diklat laboran. Jadi saya sudah punya sertifikat laboran,” kata pak Gik disela-sela membimbing praktikum siswa sore itu.

Pak Gik telah mengalami lima masa kepala madrasah yang berbeda, mulai dari H.A. Ruslan, BA, Yazid, Abdul Salim, Agus Hadi Susanto, dan Hariyadi Purwanto.

“Sebenarnya saya sudah pensiun tahun 2002, namun madrasah masih mempercayai saya sebagai laboran hingga kini,” urai pak Gik yang tetap setia berangkat dan pulang kerja ditemani sepeda tuanya. Selama menjadi laboran, tidak rasa duka sama sekali, karena beliau sangat mencintai pekerjaannya. Sehingga semua dijalani dengan rasa senang. Hal inilah yang membuatnya sangat disenangi siswa. Tidak jarang ada siswa yang meminta dibimbing praktikum secara perorangan atau kelompok di luar jam belajar. Semua dilayani dengan hati walaupun membuatnya harus pulang sampai sore hari.

“Bagi saya ini semua untuk siswa, ketika siswa bisa melakukan praktikum dan berhasil, itulah kebahagiaan terbesar saya,” katanya.

Kebahagiaannya terasa semakin membuncah manakala ada siswa-siswi MAN 1 Surakarta bisa meraih apa yang di impikan, yaitu bisa diterima di perguruan tinggi favorit.

Menurut salah satu siswi, Namira Aulia, pak Gik adalah sosok yang sangat baik dan sabar saat mendampingi praktikum.

“Beliau sangat cekatan dalam menyiapkan bahan-bahan praktikum. Dengan sabar beliau membimbing kami dan sangat tegas terutama saat ada hal yang seharusnya sudah dipelajari oleh siswa tapi belum dipelajari,” urai siswi kelas 11 IPA 4 ini. (ma2-rma/bd)