Pancasila Adalah Kesepakatan Luhur Bangsa

Karanganyar – Menindaklanjuti surat edaran Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah tentang Gerakan Pembudayaan Pancasila Dalam Rangka Menyongsong Hari Lahir Pancasila, Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Workshop di aula kantor. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jum’at sore, (26/05) ini diikuti sedikitnya 110 (seratus sepuluh) orang yang terdiri dari Kasubbag/Kasi/Penyelenggara, Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA, serta perwakilan dari masing-masing pegawai dan guru di lingkungan Kemenag Kabupaten Karanganyar.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Kabupaten Karanganyar, H. Musta’in Ahmad, menegaskan bahwa Pancasila merupakan kesepakatan luhur bangsa yang sudah dipertimbangkan dengan baik oleh pendiri bangsa ini. Oleh karenanya Kepala Kemenag berharap agar jajarannya di Kementerian Agama memahami dan jangan sampai ada yang menolak kesepakatan mulia tersebut.

“Negara Pancasila merupakan pilihan final para pendiri bangsa. Ini adalah kesepakatan luhur yang sudah diperjuangkan oleh pendiri bangsa saat itu. Maka dari itu sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan terlebih lagi bagian dari pemerintah kita harus menerima dan melaksanakan kesepakatan tersebut”, kata Musta’in.

Kepala Kemenag juga mengatakan bahwa Pancasila merupakan titik temu dari keberagaman yang ada di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dengan agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda. Dengan pancasila ini, keberagaman yang ada dapat dipersatukan, bhinneka tunggal ika.

Lebih lanjut Kakankemenag mengatakan bahwa apabila ada umat Islam yang masih mempertentangkan pancasila, maka perlu belajar lagi tentang sejarah, tentang siapa saja orang yang sudah menyusun dasar negara ini. Menurutnya, orang-orang yang menyusun dasar negara Indonesia adalah orang-orang yang sangat paham tentang agama, bahkan 90% penyusunnya adalah seorang muslim yang bergelar haji, beberapa diantaranya adalah orang yang sudah belajar Islam di timur tengah dan merupakan generasi awal anak bangsa yang sekolah agama di Jazirah Arab sana.

“Dari sembilan orang BPUPKI, 7 orang diantaranya memiliki gelar Haji, mereka adalah orang-orang yang paham agama di zamannya. Bahkan beberapa orang diantaranya seperti Haji Abdul Wahid Hasyim dan Abdul Kahar Muzakkir adalah generasi awal yang belajar Islam di Timur Tengah sana. Jadi kalau berbicara tentang keislaman, mereka semua sudah tentu sangat paham Islam dan apa itu Khilafah. Jadi kenapa memilih pancasila, ya karena ini merupakan model yang dapat mempersatukan bangsa ini dengan keanekaragaman yang dimilikinya”, tegas Musta’in.

Hal lain yang disampaikan Kepala Kemenag adalah tentang kiat merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Karanganyar. Menurutnya, Agama adalah isu yang paling seksi untuk memecah belah bangsa, hal ini terbukti pada negara-negara di luar sana. Sehingga Musta’in Ahmad berharap pegawai Kemenag yang membidangi ini dapat memberikan teladan di tengah masyarakat untuk bagaimana kita beragama dengan baik.

Gerakan pembudayan pancasila dalam rangka menyongsong hari lahir pancasila dilaksanakan serentak pada satker-satker di lingkungan Kemenag Provinsi Jateng sebelum tanggal 1 Juni 2017. Kegiatanya bisa beraneka ragam, mulai dari Upacara Bendera, Seminar, Workshop, Diskusi Publik, Bedah Buku, Gerak Jalan Bersama, Pramuka, Cerdas Cermat dan kegiatan-kegiatan lainnya yang relevan. (ida-hd/wul)