Panitia Puas dengan MTQ Ke XXVI di Lombok

Mataram – Tradisi mengembangkan dan menghormati keilmuan di lingkungan masyarakat Nusa Tenggara Barat bahkan tokoh agama dengan sebutan “Tuan Guru” memang sangat terasa sekali, maksudnya menghormati para sesepuh dari sisi ketokohan, kharismatik yang dimiliki. Terbukti sebelum rangkaian acara penutupan di mulai, Syaiful Muslim sebagai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan muqadimmah atau iftitah sebagai pengantar acara penutupan MTQ sebelum dimulai.

Penutupan yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center Mataram Lombok, pada Sabtu, (06/08) dihadiri oleh Menag, Gubenur Sumatera Utara, Banten, dan NTB, DPR RI, Bupati dilingkungan provinsi NTB, tokoh Agama di NTB.

Berlanjut upacara singkat untuk penurunan bendera kebesaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang diberikan kepada Ketua umum LPTQ selaku Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, kemudian diserahkan ke Gubernur NTB Zaenal Majdi, dan selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Sumatera Utara yang nantinya pada tahun 2018 sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ yang XXVII.

Di dela-sela setelah penyerahan bendera LPTQ, hadirin dihibur dengan tari kolosal sasat NTB dan tarian campuran sasat, bima dan sumbawa dengan integrasi musik lokal dan islami yang dibawakan oleh muda-mudi NTB dan itu menjadikan menjadikan hadirin sangat senang dan antusias sekali.

Kemudian selesai tarian kolosal tampil, Muhtar Ali Direktur Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf membacakan Surat Keputusan Menteri Agama No. 493/2016 bahwa “Pelaksanaan MTQ Ke XXVII Tahun 2018 di Provinsi Sumatera Barat yang akan dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2018 dan anggaran MTQ ditanggung oleh APBD”, terangnya.

Setelah membacakan surat keputusan tetang tuan rumah MTQ di Sumatera Utara, Muhtar Ali membacakan Surat Keputusan tentang kejuaraan pawai ta’aruf antar provinsi dari 10 besar urutan terbaik dari ; DKI, Riau, Banten, Jambi, Lampung, Aceh, Bengkulu, NTB, Papua dan Sumatera Utara.

Selanjutnya laporan panitia oleh Machasin menyebutkan bahwa rangkaian pelaksanan MTQ dievaluasi secara menyeluruh relatif lancar dan sangat memuaskan.

“Justru yang terpenting tujuan dilaksanakan MTQ yang jelas untuk mendorong dan meningkatkan pendidikan Islam, untuk membangun generasi qur’ani yang menghasilkan qari’-qariah, hafid-hafidlah,” terang Machasin.

Terakhir, Machasin menyampaikan yang terpenting adalah isi Al Qur’an sebagai rujukan dalam ajaran Islam dan harus dipelajari secara istiqomah agar kita mampu menjadi umat yang sempurna dalam melaksanakan hidup di dunia menuju akhirat. (ali)