Pantau penyerapan anggaran, KPPN lakukan monev

Wonogiri – Untuk mempercepat realisasi penyerapan anggaran DIPA tahun 2015 di lingkungan Kankemenag Wonogiri, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surakarta melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi tentang realisasi penyerapan anggaran, mengingat sampai semester kedua pada bulan kedua penyerapan di lingkungan Kemenag secara umum masih di bawah 60 % sesuai target mestinya sudah di atas 60 %.

Mestinya penyerapan anggaran harus berbanding lurus dengan program kerja, indikasi keberhasilan satker salah satunya adalah besarnya penyerapan anggaran kebalikannya kalau diakhir tahun masih ada anggaran yang belum terserap berarti siap-siap kena punishment dan kurang berhasil dalam melaksanakan program kerja.

Seperti diketahui bahwa kendala lambatnya penyerapan anggaran di lingkungan Kankemenag di sebabkan beberapa hal antara lain adanya revisi anggaran, adanya jadwal program kerja, perubahan akun serta diinternal Kemenag setiap bansos khususnya pembangunan gedung atau rehab harus dilakukan verifikasi dari itjen Kemenag.

Demikian ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Safrudin saat menerima tim KPPN Surakarta dalam acara monev dan rapat koordinasi tentang kendala penyerapan anggaran evaluasi DIPA tahun 2015. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at (04/09/2015) bertempat di ruang rapat Kankemenag dan diikuti oleh, Kasi Pendidikan Madrasah, Bendahara, PPK, Kepala dan bendahara Madrasah Negeri.

“Untuk itu kita harus secara cepat untuk menyelesaikan seluruh kegiatan dan program di tahun 2015 serta segera menyelesaikan sisa anggaran tahun 2015 karena sekarang kita berada di semester kedua pada bulan ketiga tetapi tetap menggunakan prinsip benar sesuai aturan yang berlaku,” pesannya.

Sedangkan Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Wonogiri, Fatonah mengatakan bahwa tujuan acara ini adalah agar mencari kendala dan solusi untuk percepatan penyerapan DIPA Tahun 2015 sehingga KPPN sebagai lembaga estenal bisa membantu memberi solusi percepatan penyeran anggaran. Disamping itu juga untuk mengingatkan dan memberikan motivasi untuk menuntaskan program-program yang belum terlaksana.

“Serapan anggaran yang baik merupakan cermin prestasi perbaikan dan dan peningkatan kinerja kita walaupun kegiatan yang kita lakukan saat ini tidak hanya untuk melaksanakan DIPA yang ada,” imbuhnya

Sedangkan tim dari KPPN yang melakukan monev Bagus Jatmiko (Kasubbag Umum) dan Hari Sri Widodo (kasi pencairan dana) ikut mendorong percepatan penyerapan anggara di Kankemenag Wonogiri sebagai salah satu mitra kerja, memang diakuinya ada beberaopa faktor kendala eksternal yang mempengaruhi lambatnya penyerapan seperti proses dan tahapan lelang, kenaikan harga dll.

Secara umum penyerapan anggaran yang rendah terkait dengan lemahnya perencanaan kegiatan termasuk ketidak lengkapan dokumen anggaran yang menyebabkan diblokirnya anggaran dan banyaknya revisi akibat kurang matangnya perencanaan kegiatan dan juga lemahnya pelaksanaan kegiatan seperti keterlambatan penunjuk pejabat perbendaharaan, ketidaklengkapan dokumen dan proses verifikasi yang memerlukan waktu dan kelemahan di bidang pengadaan seperti kehati-hatian satker dalam proses pengadaan dan permasalahan sertifikasi pejabat pengadaan barang dan jasa.

Dengan pertemuan ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan program dan kegiatan secara sistematis di masing masing instansi pemerintah,semuanya itu kemudian harus dilaporkan secara berjenjang agar pelaksanaannya dapat terkontrol dengan baik dan dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan. (Mursyid_Heri)