Pantau Ujian Sekolah Mapel PAI dan Budi Pekerti Di Sekolah Dasar, Pengawas Lakukan Monitoring Serentak

Batang – Untuk memantau secara langsung pelaksanaan Ujian Sekolah Tingkat Dasar kusus mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti , Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Batang serentak melakukan monitoring ujian sekolah pada Rabu (5/05) kemaren. Monitoring ini di bagi menjadi 5 kelompok besar, yaitu Batang Timur, Batang Barat, Batang tengah, Batang Selatan dan Batang utara, pembagian ini bertujuan untuk mencari sampling pelaksanaan ujian sekolah di tingkat Dasar dalam wilayah Kabupaten Batang.

Monitoring ini disamping untuk melihat secara langsung pelaksanaan ujian sekolah disatuan pendidikan  juga lebih jauh untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran secara riil kususnya pada situasi pandemi seperti sekarang juga melihat kemungkinan adanya kendala yang ada, sehingga Kementerian Agama Kab Batang dapat memetakan kebijakan secara tepat untuk pelaksanaan pembelajaran khususnya Mapel PAI dan Budipekerti kedepannya.

Kementerian Agama Kab Batang H.M. Aqso secara terpisah mengatakan bahwa kegiatan monitoring itu tidak hanya memotret pelaksanaan ujian tetapi lebih jauh sebagai sarana untuk lebih mengenal teman-teman guru PAI yang berjuang sebagai motor penggerak moral di barisan paling depan.

“ Saya berharap para pengawas untuk tidak hanya melihat pelaksanaan ujian oleh sekolah saja, namun ada baiknya melahat dari dekat bersilaturahmi dengan seluruh guru PAI agar terjalin hubungan yang baik dan harmonis, karena mereka bukan dari kementeria Agama tapi dari Dinas Pendidikan, maka penting melakukan pendekatan yang lebih intensif, “ pesan H.M. Aqsho.

Sementara itu Kasi Pendidikan Agama Islam Hj Mahmudah dalam keterangannya mengatakan bahwa monitoring ini bertujuan untuk melihat dan menyinergikan program pendidikan di kementerian Agama dengan Dinas Pendidikan Kab Batang, sehingga pembelajaran agama berjalan dalam bingkai Pembelajaran yang mengedepankan nilai moderasi beragama yang baik dan benar, selaras dengan nilai-nilai Kebinekaan.

“ Monitoring Ujian ini yang terpenting adalah bagaimana menyinergikan program kemenag dengan dinas pendidikan sehingga terwujud pembelajaran Agama Islam yang berimbang,” jelas Hj. Mahmudah.

H. Nafian ketua pokjawas Batang mengatakan monitoring ini adalah bagian dari kegiatan rutin pengawas PAI untuk menjaga fan memelihara mutu pembelajaran di satuan pendidikan karena monitoring ini menjadi dasar untuk pemetaan kekuatan dan kelebihan yang di miliki masing masing sekolah. sementara itu

Salah satu pengawas PAI TK/ SD Siswo, dalam pernyataanya mengatakan bahwa Ujian Sekolah tahun ini meskipun berbeda dengan tahun-tahun yang lalu tetapi ujian sekolah ini harus di laksanakan. sebab ujian sekolah adalah media untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh satuan pendidikan.

“ Tahun ini ujian sekolah melaksanakan dengan mengedepankan semangat untuk menjaga kesehatan, yaitu dengan jaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker, mengurangi kerumunan dan mengurangi mobilitas, hal inilah yang juga mejadi perhatian dari pengawas,” jelas Siswo.

Dia juga menyampaikan rasa sukurnya bahwa pelaksanaan ujian sekolah di SD Negeri Bawang 2 yang kebetulan dipantau berjalan secara tertib dan lancar.

“ Alhamdulillah saya melihat sendiri di SD Negeri Bawang 2 ujian lancer dan tertib, indikasi pelaksanaan tertib dan lancar kita dapat melihat di setiap kelas ada tempat cuci tangan, di ruang kelas peserta didik menjaga jarak dan seluruh peserta ujian mengunakan masker,” tambahnya.

Sementara itu Kepala SD Negeri Bawang 2 Sudilah menuturkan bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih atas kehadiran pengawaa PAI TK/SD, pelaksanaan ujian sekolah disini benar-benar mengikuti juklak dan juknis yang di keluarkan oleh Dinas pendidikan Kabupaten Batang.

“ Pelaksanaan ujian sekolah tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, yang berbeda hanyalah penggunaan protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan dan menjauhi dari kerumunan, kami jaga betul protokol kesehatan ini sebab peduli dengan suasana pandemi covid ini,” kata Sudilah .

Dia menambahkan bahwa dirinya sudah cukup lama dirumah, anak-anak sudah sangat rindu suasana sekolah yang normal seperti dulu semua itu karena pandemi covid yang belum berlalu, kami adalah bagian masyarakat yang perduli terhadap lingkungan, sehingga pelaksanaan kegiatan siswa pun benar-benar diterapkan protokol kesehatan secara ketat. (Siswo/ Zy)