Para Haji Agar Menyaring Informasi untuk Menyejukkan Masyarakat

Magelang – Figur seorang Haji di mata masyarakat identik dengan kesalehan dan memegang peran penting di tengah-tengah masyarakat, apalagi kebanyakan haji adalah para kyai (tokoh agama) atau  tokoh masyarakat. Karena posisi strategis itu, sudah selayaknya para Haji harus memainkan perannya dalam menyampaikan pesan-pesan moral dalam lingkungannya sehingga tercipta kondisi masyarakat yang rukun dan damai.

Hal tersebut disampaikan Kepala KUA Kec. Ngluwar Mustaqim, kepada sekitar 100 orang alumni Haji Kecamatan Ngluwar pada Pengajian Selapanan Jumat Kliwon Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Ngluwar di Aula Kecamatan Ngluwar, Jumat  (24/02).

“Pelestarian haji mabrur harus senantiasa dilakukan oleh mereka yang sudah menunaikan ibadah haji.” ungkap Mustaqim

Lebih lanjut Mustaqim menyampaikan, ibadah haji merupakan perjalanan religius yang melibatkan segala aspek ibadah baik secara jasmani maupun rohani. Dalam pelaksanaan ibadah haji terdapat nilai edukasi yang sangat kental. Nilai-nilai ini dapat membentuk pemahaman, penghayatan, dan motivasi untuk menunaikan tugas yang diberikan oleh Allah swt kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Salah satu tanda diterimanya amal seseorang di sisi Allah adalah diberikan taufik untuk melakukan kebaikan lagi setelah amalan tersebut. Bertaubat setelah haji, berubah menjadi lebih baik, memiliki hati yang lebih lembut dan bersih, ilmu dan amal  yang lebih mantap dan  benar, kemudian istiqamah di atas kebaikan merupakan beberapa tanda seseorang telah menjadi haji mabrur. “Orang yang hajinya mabrur menjadikan ibadah haji sebagai titik tolak untuk membuka lembaran baru dalam menggapai ridho Allah.” Tambahnya.

Dengan bekal tersebut, seorang Haji sudah sepatutnya memainkan peran dalam menjaga kesejukan di masyarakat apalagi saat ini, bangsa Indonesia menghadapi gejolak dalam tatanan kehidupan masyarakat dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab, maraknya berita bohong, dan tidak bertanggung jawab di media sosial.

“Para haji diharapkan mampu menyaring berita-berita hoax yang tidak bertanggung jawab, menebar fitnah, dan menimbulkan keresahan yang akhir-akhir ini marak di media massa.’ harapnya.

“Dengan menyaring informasi, maka para Haji dapat menyampaikan berita yang bertanggung jawab sehingga timbul kedamaian, ketentraman, dan kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat.” pungkasnya. (mtq/m45k/Af)