Paska Dirawat di RSAS, Muratun Akhirnya Kembali ke Tanah Air

Boyolali – Kebahagiaan menyelimuti keluarga Ibu Hj. MURATUN PAAT SAMERTO, pasalnya usai operasional penyelenggaraan ibadah haji yang ditutup pada Sabtu (15/10) beliau masih harus tertinggal di RSAS bersama dengan 5 jemaah haji lainnya karena sakit.

Menurut informasi yang dihimpun bahwa Ibu Muratun selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi, beliau pernah di rawat di rumah sakit Mekkah kemudian pindah ke rumah sakit Madinah dan terakhir dirawat di Rumah Sakit Al Dar Madinah karena mengalami post stroke dan dimensia.

Kabar gembira diterima pihak keluarga bahwa kondisi beliau membaik dan pada Rabu (26/10) dipulangkan dari Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dan mendarat di Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten Kamis (27/10). Selanjutnya beliau dibawa ke Rumah Sakit Haji Pondok Gede Jakarta untuk menjalani perawatan lanjutan untuk memastikan perkembangan kondisi kesehatannya.

Pagi ini Rabu (02/10) Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal Annurrochim didampingi Kepala Seksi Penyelengggraan Haji dan Umrah Kankemenag Kabupaten Kendal Sumari menjenguk Ibu Muratun di RS. Haji Pondok Gede untuk melihat keadaan dan kondisi Ibu Muratun.

Melalui media sosial Whatsapp Sumari memberikan informasi kepada Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Prov. Jateng bahwa tengah menjenguk Ibu Muratun di RS. Haji Pondok Gede Jakarta.

“Pagi ini bersama dengan Annurrochim Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal kami menjenguk kondisi kesehatan Ibu Muratun, Alhamdulillah setelah menjalani perawatan beberapa hari yang lalu kondisi Ibu Muratun sudah membaik dan sudah mendapatkan rekomendasi pulang dari pihak rumah sakit,” jelas Sumari kepada redaksi, Selasa (02/11)

Saat ini, pihak keluarga menunggu surat rekomendasi dari Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia untuk dapat dipulangkan ke kampung halamannya di Kendal.

“Praktis saat ini pihak keluarga tinggal menunggu surat rekomendasi dari Dirjen PHU agar Ibu Muratun bisa segera dibawa pulang ke rumahnya,” imbuhnya.

Sementara, Kabid PHU Noor Badi menerangkan bahwa paska operasional penyelenggaraan ibadah haji 1437H dari total 26.480 calon jemaah haji Jateng dan DIY yang diberangkatkan, 26.420 jemaah haji sudah kembali ke Tanah Air, sedangkan selisih jumlah sebanyak 60 dikarenakan 52 wafat di Tanah Suci, 3 pulang reguler menuju Inggris dan Perancis sedang 5 jemaah masih tertinggal di arab Saudi karena sakit.

“Dengan kembalinya Ibu Muratun jemaah haji yang berangkat tergabung dalam kloter 72 asal Kabupaten Kendal dan sudah kembali ke Tanah Air Kamis (27/10) yang lalu, berarti total jemaah haji yang sudah kembali ke Tanah Air sebanyak 26.420 dan masih menyisakan 5 jemaah yang tertinggal di Arab Saudi,” urai Noor Badi.

“Segala biaya yang timbul selama perawatan baik di rumah sakit Arab Saudi maupun di Indonesia, bahkan biaya penerbangan kembali Ibu Muratun hingga ke rumahnya masih menjadi tanggung jawa pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama melalui dana Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH),” pungkasnya. (gt/gt)