Patuh, Masjid Agung Daarussalam Tidak Menggelar Salat Idul Adha untuk Umum

Purbalingga – Mewujudkanketaatan kepada pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia serta mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.17 Tahun 2021 dan Surat Edaran Bupati Purbalingga, Takmir Masjid Agung Daarussalam Purbalingga meniadakan kegiatan Salat Idul Adha secara berjamaah di komplek masjid besar yang berarsitektur Masjid Nabawi tersebut, Selasa (20/7/2021).

Dalam keterangannya melalui komunikasi WhatsApp Takmir Masjid Agung Daarussalaam Purbalingga Ustadz Hanif Ahmas mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan Sosialisasi SE Menag Nomor 17 Tahun 2021 dan SE Bupati terkait Peniadaan Sementara Salat Idul Adha 1442 H.

“Secara formal dengan dasar surat edaran tersebut Masjid Agung tidak melaksanakan Salat Idul Adha. Namun ada 35 jemaah subuh rutin yang biasa tadarus sampai  suruq dan tidak pulang ke rumah hingga melaksanakan Salat Ied.  Selebihnya dari jemaah subuh di masjid kami melaksanakan salat Idul Adha di halaman rumah masing-masing,” jelasnya.

Dalam sosialisasi yang dilakukannyanya takmir menyampaikan kepada jemaah untuk menaati isi surat tersebut.

“Alhamdulillah jemaah tidak ada gejolak dan mereka menerima keputusan takmir masjid,” katanya.

Selaku takmir Hanif berharap agar kerjasama semua elemen dapat terwujud dan dapat menepis timbulnya gejolak dari prasangka buruk atas keputusan tersebut.

“Sebisa mungkin, untuk ke depan surat edaran yang ditujukan kepada masjid atau mushola disertai lampiran Fatwa MUI disertai dengan dalil yang shahih berkaitan dengan efek pandemi pada persoalan ibadah,” sarannya.

“Karena tidak sedikit masyarakat yang silang pendapat berkaitan dengan pelaksanaan ibadah di masjid bahkan ada yang saling menyalahkan,” ungkapnya.

Hanif sangat berharap agar masyarakat dan jemaah untuk tetap mentaati keputusan pemerintah terkait dengan upaya menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa.

Sedangkan penyelenggaraan Salat Jumat masih dilaksanakan dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan secara ketat dan hanya diperuntukkan bagi warga Kauman dan atau jamaah tetap Masjid Agung.

“Semua akses jalan menuju masjid ditutup kecuali jalan untuk warga Kauman,” pungkasnya. (srilest/sar/bd)