PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng lakukan Monitoring UNBK Paket C di Wonosobo.

Wonosobo – Tim Monitoring Evaluasi (Monev) Pendidikan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah didampingi oleh Kasi Pendidikan pondok Pesantren Kabupaten Wonosobo, lakukan monev Ujian Berbasis Komputer  (UNBK) pada tingkat program kesetaraan paket C Pondok Pesantren Salafiyah, pada Jum’at (27/4).

Berdasarkan jadwal pelaksanaan UNBK program kesetaraan paket C, UNBK akan berlangsung hingga Senin (30/4) mendatang. Adapun jumlah santri dari masing-masing pondok pesantren salafiyah yang mengikuti ujian tersebut, yakni berjumlah 214 santri.

Selanjutnya, pelaksanaan ujian dilaksanakan di tiga titik lokasi, yakni berlangsung di SMA Negeri 1 Wonosobo, SMA Muhammadiyah Wonosobo dan SMK Muhammadiyah Wonosobo.

Dari hasil monitoring, pelaksanaan ujian terpantau berjalan dengan lancar. Hal itu kemudian mendapat respon positif oleh PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng.Ahyani   menyebutkan, pihaknya bangga terhadap Pondok Pesantren, khususnya di Wonosobo yang disambanginya langsung, karena sudah mengambil spekulasi untuk menggikuti Ujian Berbasis Komputer.

“Luar Biasa, ternyata Pondok Pesantren Salafiyah di Wonosobo pun sudah berani mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer untuk tahun ini. Terlebih yang mengikuti bukan siswa biasa yang sekolah di madrasah maupun lembaga pendidikan formal umum, akan tetapi pesertanya adalah mereka yang mengikuti program kesetaraan, dengan latar belakang yang berbeda-beda. Semangat baik dari peserta untuk menimba ilmu dan juga semangat dari pihak penyelenggara berhak mendaaptkan apresiasi. Lanjut terus semoga semakin baik kedepannya,” ungkapnya.

Selaras dengan Pd Pontren Kanwil Jateng, Kasi PD Pontren Kantor Kemenag Kabupaten Wonosobo Asrori Zaeni menyebutkan, sudah sepantasnya lembaga pendidikan baik itu negeri maupun Madrasah atau bahkan pondok pesantren, berbondong-bondong meningkatkan keilmuan.

“Kalau disekolah umum lainnya, ketika kita melakukan monitoring sepertinya sudah tidak asing lagi dengan perangkat teknologi yang menjadi fasilitas untuk anak didiknya. Namun kalau dipondok pesantren sendiri sudah berani mengikuti UNBK yang perangkat ujiannya jelas menggunakan komputer, saya rasa itu menjadi sebuah kemajuan dan perluasan keilmuan pada pondok pesantren yang di berikan oleh santri nya,”terangnya.

Pihaknya juga berharap, pondok pesantren salafiyah yang fokus pendidikannya dibidang keilmuan agama, kedepannya semakin maju dan lebih baik, serta menjadi wadah pendidikian yang tidak di pandang sebelah mata di bidang keilmuan umum sama seperti lembaga pendidikan umum lainnya. PS/rf