Peduli Generasi Qurani, Kemenag Bantu Salurkan Tunjangan Guru Ngaji

Blora – Sebagai wujud kepedulian mendidik generasi penerus bangsa yang berakhlak Qurani, maka Kementerian Agama ikut membantu penyaluran tunjangan kesejahteraan insentif bagi guru ngaji se-kabupaten Blora baik guru Pondok pesantren, TPQ dan madrasah Diniyah.

Sebanyak 7306 Guru Ngaji se-Kabupaten Blora pada Senin, (08/04) mendapatkan buku rekening Bank Jateng untuk penyaluran bantuan insentif yang bersumber dari Pemerintah  Provinsi (Pemprov) Jateng  senilai Rp 1,2 juta per tahun dan dibantu penyalurannya oleh Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

Hadir dalam  Penyaluran bantuan yang bertempat di Ponpes Al Hikmah Ngadipurwo Blora tersebut, Plt Kabag TU kanwil Kemenag Jateng,Ahyani, Wakil Gubernur jawa Tengah, Taj Yasin Maimun, Bupati Blora Djoko Nugroho diwakili Wabup Blora Arief Rohman, anggota Badan Anggaran DPR RI, Arwani Thomafi, Plt Kepala Kankemenag Blora, HM Fatah dan tokoh agama lainnya.

Plt Kabag TU Kanwil Kemenag Jateng, Ahyani menandaskan bahwa Kanwil Kemenag Jateng berharap bantuan insentif yang diterima guru ngaji di berbagai lembaga keagamaan seperti Madin, Ponpes dan TPQ tersebut diharapkan bisa digunakan sebaik baiknya untuk memberikan semangat dalam mendidik anak anak bangsa menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia, dan dari rekening Bank jateng yang sudah dibagikan akan diberikan insentif yang dicairkan setiap triwulan.

Bantuan dari Pemprov Jateng tersebut disalurkan melalui Kanwil Kemenag Jateng sebagai pembina, dan lembaga yang membimbing serta menaungi  guru madin, Ponpes maupun TPQ sebagai lembaga non formal keagamaan.

Penyaluran bantuan insentif melalui rekening tersebut dilakukan diberikan kepada penerima melalui rekening masing-masing, dimana insentif tersebut sebesar Rp. 300.000 per orang untuk satu triwulan, yang diberikan kepada 5051 guru madin, 199 guru pondok pesantren dan 2056 guru TPQ.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen menyebutkan, penyerahan bantuan ini seharusnya berlangsung pada Maret kemarin, namun meski terlambat, bantuan ini diharapkan dapat membantu para pengajar yang dinilai telah tulus ikhlas mengajar pendidikan agama di lembaga keagamaan.

“Penyerahan insentif ini sebagai upaya  peningkatan kesejahteraan guru madrasah diniyah dalam mendorong semangat mengabdi dan megajarkan ilmu agama” ucap Gus Yasin, di sela penyerahan insentif guru madrasah di Pondok Pesantren Al Hikmah Ngadipurwo, Kecamatan Blora Kota.

Gus Yasin juga mengungkapkan sejumlah kendala pemerintah dalam membantu peningkatan kesejahteraan guru madrasah di daerah, Salah satunya yakni sebagian madrasah yang ada tidak memiliki izin operasional.

“Ini masalah yang umum terjadi, banyak pesantren atau madrasah yang tidak mengurus izin operasional, dimana tahun ini, kita sebenarnya menganggarkan 330 milyar, dan terserap 205,5 milyar. Untuk itu, ke depan kami harapkan izin operasional madrasah, pondok pesantren  ini bisa diurus agar kami bisa menyalurkan bantuan,” himbau Gus Yasin di depan ribuan guru madin yang hadir.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, Pemkab Blora juga memberikan perhatian untuk kesejahteraan guru madrasah, meski besarnya tidak sama dengan insentif dari Pemprov Jateng yakni baru 400 ribu per tahun dan berharap akan meningkat pada tahun mendatang. (ima/rf)