Peduli Sesama, MAN 2 Banjarnegara Laksanakan Donor Darah

Banjarnegara – Serangkaian HUT MAN 2 Banjarnegara yang ke 56 masih berlangsung, acara donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi acara kemanusian yang diadakan pada hari Selasa (19/10). Bertempat di area mushalla Madrasah acara berlangsung lancar dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Dimana telah terumpul sebanyak 36 kantong darah dari diselenggarakannya acara donor darah yang berasal dari guru serta staff tata usaha dan para peserta didik MAN 2 Banjarnegara.

Ridlo Pramono selaku Kepala Madrasah juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Berawal dari tahapan screening oleh dokter dari PMI serta pengecekan HB dan golongan darah alhamdulillah saya dianggap bisa mendonorkan darah. Kami merasa sangat senang karena para peserta didik serta para guru dan staff terlihat sangat antusias untuk bisa mengikuti acara kemanusiaan ini,” ucapanya

Ridho berharap semoga kedepannya pandemi ini tidak menghalangi Madrasah untuk melaksanakan acara donor darah ini secara rutin. “Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak PMI yang telah hadir dalam kegiatan pada hari ini, semoga apa yang telah kita laksanakan pada hari ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Rangkaian persiapan perlu dilakukan sebelum peserta donor dapat melakukan donor darah. Tahapan awal adalah screening yang dilakukan oleh dokter dari PMI yaitu dokter Mawardi. Beliau merasa sangat senang dengan diadakannya donor darah di MAN 2 Banjarnegara.

“Kami dari pihak PMI sangat senang dan mengucapkan terimakasih dengan diadakannya donor darah dalam rangka HUT MAN 2 Banjarnegara. Kami merasa sangat beruntung dan bermanfaat sekali dengan acara ini karena dapat mencukupi kebutuhan darah di PMI. Donor darah ini disamping untuk memenuhi kebutuhan darah juga bermanfaat sebagai sarana pendidikan bagi para peserta didik serta seluruh warga MAN 2 Banjarengara untuk lebih peduli kepada orang lain. Harapan kami untuk selanjutnya kegiatan donor darah ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan rutin,” jelasnya.

Banyak cerita pada kegiatan donor darah ini, salah satunya adalah dimana para peserta tidak dapat melaksanakan donor darah karena terganjal tidak lolos pada tahap screening. Terdapat tekanan darah yang tidak memenuhi syarat serta berat badan yang tidak memenuhi standar minimum. Terlihat semburat wajah kekecewaan, namun mereka disemangati untuk dapat mengikuti donor darah pada acara selanjutnya.

Berbanding terbalik dengan situasi tadi, ekspresi kegembiraan terlihat pada peserta donor yang telah melakukan donor darah. Mereka terilhat senang karena bisa mendonorkan darahnya. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi kita dan masyarakat luas. (md/ak/rf)