Pengawas RA,MI Kecamatan Suruh Saat Menyerahkan Santunan Bagi Siswa-Siswi Yatim, Rabu (18/8)

Peduli Yatim Suruh, Tasyarufkan Santunan Perdananya Kemarin

Ungaran – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) dan Kelompok kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kecamatan Suruh memberikan santunan kepada 85 siswa-siswi  yatim dan piatu se-RA, BA, dan MI Kecamatan Suruh, Rabu, (18/8), bertepatan tanggal 9 Muharram 1443 H.

Bertempat di Pos Pengawas RA, MI Kecamatan Suruh, santunan diberikan kepada 12 siswa yatim RA, BA; 66 siswa yatim MI; 7 siswa yatim dari guru RA dan MI, yang penyerahan simbolisnya diterimakan kepada siswa-siswi yatim dari MI Muhammadiyah Suruh.

Dalam sambutannya, pengawas RA, MI Kecamatan Suruh, Daryanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada koordinator dan seluruh pengurus dalam mengelola wadah “Peduli Yatim”, yang tahun ini telah melaksanakan pentasyarufan perdananya.

“Alhamdulillah, gagasan peduli yatim yang kami usulkan tahun lalu, diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh guru-guru RA, BA dan MI se-Kecamatan Suruh hingga hari ini. Harapan kami, semoga wadah sosial ini mampu mejadi jembatan peningkatkan ibadah sosial dari para anggotanya, utamanya dalam menyisihkan sebagian rezeki yang diperoleh tiap bulan bagi anak yatim di wilayah Kecamatan Suruh. Bukankah Rosulullah SAW telah bersabda bahwa barang siapa menyayangi anak yatim, maka di surga nanti ia dijanjikan akan bersama sama dengan kanjeng Nabi, berjejer seperti jemari,” terang Daryanto.

Untuk diketahui, program “Peduli Yatim” ini sistem kerjanya dengan menghimpun donasi/sodakoh bulanan dari para guru RA dan MI se-Kecamatan Suruh. Petugas penghimpunan adalah perwakilan guru di masing-masing lembaga. Dana terhimpun selanjutnya yang 70 persen di masukan ke rekening pendidikan untuk anak yatim dari guru dan 30 persen lainnya, dikumpulkan selama setahun untuk ditasyarufkan ke semua siswa-siswi yatim baik RA maupun MI.

“Meski jumlahnya tidaklah seberapa, semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi yang menerima juga menjadi ladang pahala bagi para donaturnya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, tak lupa Daryanto menyampaikan pentingnya menerapkan disiplin mematuhi protokol kesehatan 5 M+1D untuk meminimalisir penularan dan penyebaran virus covid-19. Sebab hingga kini, belum ada tanda-tanda signifikan kapan pandemi akan berakhir.

“Sudah banyak anak-anak yang menjadi yatim karena covid-19. Maka jangan sampai kita lalai dalam menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan diri kita pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia pada umumnya,” pungkasnya.(shl/Sua)