Pegawai KUA Harus Kuasai TIK

Purbalingga – Pegawai KUA di era sekarang harus melek IT dan tidak ada lagi alasan untuk gagap teknologi di bidang informasi dan komunikasi. Materi peningkatan SDM di bidang TIK ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Pembinaan dan Monitoring Evaluasi (Monev) Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut dijelaskan Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Mukhlis Abdillah di ruang kerjanya, Kamis (01/02).

“Monev sekaligus pembinaan kami lakukan di seluruh KUA yang berjumlah 20 dengan alokasi waktu 20 hari kerja terhitung mulai 15 Januari lalu,” ungkap Mukhlis.

Ia menambahkan bahwa dari seluruh pegawai yang ada belum tercapai keseimbangan antara prosentase pegawai yang mahir TIK dengan yang masih gagap teknologi (gaptek). Sehingga perlu adanya penekanan kepada seluruh pegawai agar terjadi perubahan ke arah yang diharapkan.

“Saat ini tidak ada lagi alasan bagi seluruh pegawai di jajaran Kantor Urusan Agama untuk tidak menguasai IT. Semua kesempatan sudah terbuka lebar dengan adanya handphone apalagi  kehadiran Android di mana-mana telah begitu diterima oleh masyarakat di seluruh lapisan. Bahkan anak-anak kecil pun sudah pandai memanfaatkan gadget berteknologi tinggi ini,” jelasnya.

Dari penggunaan Hp inilah, lanjutnya, para pegawai yang belum mahir TIK bisa belajar. Dari penggunaan telepon, tata urutan bertelepon, pengelolaan sms, WA, facebook, BBM, twitter, pengolahan foto dan video , penggunaan internet untuk mengunggah pesan atau berita via  e-mail, up-load dan down-load video youtube, penggunaan drop box dan sebagainya. Jika penggunaan Hp siapa saja bisa menguasai tanpa melalui kursus atau pelatihan khusus, maka tentunya penggunaan komputer bagi sebagian pegawai yang masih awam bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Faktor usia tidak bisa lagi menjadi alasan, tinggal faktor keengganan atau kemalasanlah yang harus dihapus.

Selain hal tersebut daya dukung di KUA juga semakin meningkat, lanjutnya. Fasilitas pendukung TIK berupa komputer dan printer bahkan internet telah tersedia. Kantor Kementerian Agama melalui DIPA Seksi Bimas Islam tahun 2017 juga telah mewujudkan pengadaan barang milik negara (BMN) berupa 20 buah printer Epson- Type PLQ-20 bagi seluruh KUA di Purbalingga.

Dalam materi pembinaannya, Mukhlis menjelaskan faktor-faktor pendukung kemajuan KUA yaitu: kelengkapan sarpras dan peningkatan SDM yang meliputi pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill), disiplin dan IT. Ia juga berpesan agar seluruh pegawai di jajaran KUA selalu bekerja sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ada, sehingga tidak melanggar aturan pemerintah.

Kegiatan monitoring yang dilakukan Tim yang beranggotakan 5 orang ini melakukan pemeriksaan terhadap seluruh administrasi di KUA terkait pencatatan Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk serta pembukuan terkait BMN (barang milik negara). (sar/gt )