Pelajar MTsN 1 Pati Persembahkan Medali Terbanyak di Hari Pahlawan

Pelajar MTsN 1 Pati Persembahkan Medali Terbanyak di Hari Pahlawan

PATI – Sebanyak 133 pelajar MTsN 1 Pati kembali mempersembahkan prestasi terbaiknya di tiga ajang kompetisi tepat di Hari Pahlawan, 10 November 2021 yaitu Olimpiade Sains Matematika Nasional (OSMN), National Science Competition (NSC), dan Olimpiade Sains Siswa Nasional (OSSN).

Di ajang OSMN mereka mampu mempersemnahkan 50 emas, 34 perak, dan 9 perunggu. Sedangkan di ajang NSC memperoleh 4 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Sementara itu di ajang OSSN mereka berhasil menggondol 16 emas dan 18 perunggu.

Ali Musyafak, Kepala MTsN 1 Pati mengatakan, “Ini adalah persembahan medali terbaik dan terbanyak selama tahun 2021. Sebelumnya per tanggal 8 Oktober 2021 MTsN 1 Pati telah mengantongi medali sebanyak 770 baik tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Dengan bertambahnya 133  medali hari ini (10/11), total medali yang dikumpulkan MTsN 1 Pati sejumlah 903 medali dan sekaligus menempatkan posisi MTsN 1 Pati di papan teratas madrasah se-Jawa Tengah,” imbuhnya.

Rosyid, salah satu wali dari peserta didik yang turut mempersembahkan medali, menyampaikan rasa syukur dan bahagianya karena telah menjadi bagian keluarga besar MTsN 1 Pati yang sangat peduli dan berprestasi. Ia menambahkan bahwa awal putrinya masuk ke MTsN 1 Pati adalah pilihan hati, dan belum dapat mempersembahlan prestasi. Namun, setelah mengikuti bimbingan yang intensif dan istiqomah, kini putrinya yang berasal dari Kajen, Margoyoso, Pati telah mampu mengikuti tren dengan mempersembahkan beberapa medali dan terakhir sampai bisa dapat medali emas. “Kini kami yakin dengan proses dan program yang dijalankan oleh MTsN 1 Pati,” tandasnya.

Menurut penanggung jawab olimpiade, Isnaini Munjiatul Fadlila, tidak menyangka kalau peserta didiknya dapat berprestasi sampai seperti sekarang. Awalnya kami pesimis, tetapi setelah mendapat motivasi dari Kepala Madrasah dan mendapat angin segar dukungan dari komite dan wali peserta didik akhirnya tumbuh rasa optimis. Dila, panggilan akrabnya selalu berusaha melayani semua kebutuhan peserta didik dengan melakukan bimbingan bersama secara kontinyu, dan akhirnya bisa dirasakan nikmat serta hasilnya. “Hasil tidak pernah dihianati oleh proses,” pungkasnya. (TiM/at)