Pelaksanaan UNBK MAN Purworejo berjalan lancar

Purworejo – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di MAN Purworejo memasuki hari ke tiga berjalan lancar dan tanpa kendala. Hal ini diungkapkan Arif Baehaqi, Ketua Panitia UNBK MAN Purworejo saat ditemui pada Rabu ( (12/04) saat memantau pelaksanaan UNBK di Lab Komputer lantai 3 MAN Purworejo.  Sesuai jadwal, Pelaksanaan UNBK untuk jenjang MA dimulai sejak senin-Kamis (10/04) sampai Kamis (13/04)

Menurut Baehaqi, Siswa MAN Purworejo yang mengikuti ujian UNBK sudah terbiasa dengan mengerjakan soal berbasis komputer karena sebelumnya, peserta  sudah melakukan try out dan simulasi sebanyak tiga kali. Dengan simulasi yang cukup, pihak sekolah berharap peserta dapat mengerjakan soal dengan mudah meskipun menggunakan komputer sehingga memperoleh hasil yang maksimal.

“Dalam pelaksanaan UNBK kita sudah mempersiapkan dengan seksama, baik teknis maupun administrasi. Meskipun UNBK ini baru yang pertama, kita sudah siap semuanya. Jangan sampai karena persiapan yang kurang matang, peserta ujian yang dirugikan. Bahkan hal teknis seperti generator set sudah kita persiapkan 30 ribu watt mengantisipasi mati lampu.” Terang Arif Baehaqi.

Pelaksanaan UNBK di MAN Purworejo diikuti 306 siswa kelas XII MAN purworejo. Setiap hari dilaksanakan 3 kali sesi karena keterbatasan jumlah komputer. Setiap hari hanya satu mata pelajaran yang diujikan dengan total 4 mata pelajaran yang meliputi 3 mapel wajib dan 1 mapel pilihan.

“Salah satu keunggulan pelaksanaan UNBK adalah murid bisa memilih sendiri mata pelajaran pilihan yang akan diambil, sedangkan kalau berbasis kertas, satu sekolah harus seragam dalam menentukan matapelajaran pilihan,” kata Arif.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). (nuxon/Af)