Pelantikan PPIH Embarkasi Solo 1437 H

Surakarta – Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Solo Tahun 1437H, dimulai dengan pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) oleh Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bakorwil II Surakarta, Budiyanto. Pelantikan tersebut  diselenggarakan di Hotel Sunan Solo pagi ini, Jumat, 22 Juli 2016. Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Abdul Jamil, hadir secara pribadi didampingi oleh Kasubdit Transportasi Udara dan Perlindungan Jamaah Haji, Triganti Harso, Pgs. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Syaifuddin Zuhri. Hadir pula Vice President Umrah & Haji PT. Garuda Indonesia, Hadi Syahrian.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bakorwil II Surakarta, Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja khususnya pelayanan kepada masyarakat dalam hal ini jamaah haji. PPIH adalah garda terdepan pelayanan kepada jamaah. Excelent service para panitia dituntut untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran ibadah haji para jamaah yang terdiri dari berbagai karakter. “Berikan layanan dan perlindungan terbaik dan ikhlas. Berikan informasi yang jelas kepada jamaah,” harap Gubernur. Gubernur juga berpesan agar para jamaah dibekali agar tidak menanggalkan identitas jamaah haji Jawa Tengah, mengingat masih banyaknya kejadian jamaah yang tersesat jalan ketika berada di Arab Saudi.

Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan yang melayani jamaah haji, menurut Hadi Syahrian saat ini telah siap menerbangkan jamaah dari 8 embarkasi. Disampaikan pula informasi dari Arab Saudi terkait keamanan yang akan melakukan x-ray bagasi di Airport yang sebelumnya dilakukan di Madinatul Hujjaj. “Kalau ini benar dilaksanakan saya mengkhawatirkan akan terjadi keterlambatan penerbangan,” kata Hadi.

Haji merupakan tugas nasional yang melibatkan banyak pihak yang relevan dengan ibadah haji. Bukan hanya kementerian agama tetapi instansi lain seperti kementerian kesehatan, perhubungan, luar negeri, dan lain-lainnya. Hal ini disebabkan kebutuhan jamaah akan pelayanan yang menjadi haknya sebagai warga negara yang akan beribadah di negeri orang. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen PHU, Abdul Jamil. Untuk itu, dia berharap kepada PPIH untuk bertugas dengan penuh tanggung jawab untuk melayani jamaah. “Kita tidak bisa main-main dengan penyelenggaraan ibadah haji ini,” kata Jamil mengingatkan.

Berbagai masalah kecil yang dihadapi jamaah seringkali membutuhkan perhatian kita bersama, karena komposisi jamaah kita terdiri atas berbagai tingkat pendidikan, pekerjaan, umur, kesehatan, dan sebagainya. Demikian pula di Embarkasi, meskipun hanya satu hari, tetapi harus tetap dijaga agar tetap steril sesuai protap penyelenggaraan ibadah haji. “Untuk itu kita tidak boleh terlewat perhatian kita terhadap hal-hal yang kecil,” harap Jamil.

Usai seremonial pelantikan, acara dilanjutkan dengan Meal Presentation oleh PT. Garuda Indonesia, yaitu presentasi konsumsi yang akan diterima oleh jamaah haji selama penerbangan dengan pesawat Garuda Indonesia. (fat/gt)