Pelatihan Manajemen Madrasah Diniyyah di Wilayah Kerja

Kab. Pekalongan – Balai Diklat Keagamaan  (BDK) Semarang Tahun 2021 menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Madrasah Diniyyah di Wilayah Kerja (PDWK) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. Sesuai dengan jenis kegiatan, peserta dalam satu kelas pelatihan berjumlah 40 orang Guru Madrasah Diniyyah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan pemetaan resiko persebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Pekalongan dan hasil komunikasi dengan Kankemenag Kabupaten Pekalongan, kegiatan ditempatkan di Aula Lt.2 MAN Pekalongan, (Senin, 3/5).

Sesuai Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan dalam Tatanan Normal Baru di masa pandemi Covid-19, Pelatihan di Wilayah Kerja dilaksanakan untuk mendorong produktifitas sesuai target dengan tetap melakukan upaya pencegahan dan mengurangi resiko penularan Covid-19 terhadap SDM Kementerian Agama, sehingga Penyelenggara, Pengajar dan peserta menghindari kegiatan yang memberikan peluang terjadinya aktifitas rawan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan 5M; wajib mengenakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter, sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi.

Dalam sambutannya Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang, H. Anshori menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenag Kabupaten Pekalongan atas pelatihan Madin yang telah dilaksanakan di sini. Pelatihan ini nanti untuk meningkatkan kompetensi guru atau manajemen pada madrasah Diniyah.

“Kami juga menyampaikan ucapan selamat kepada peserta yang sudah terpilih menjadi perwakilan dari Madin yang ada di seluruh Kabupaten Pekalongan,” ucapnya.

“Perlu Bapak Ibu ketahui, Madin itu sudah hadir sebelum adanya MI, MTs maupun MA, dan Madin itu berfungsi sebagai pendamping pondok pesantren pada zamannya dulu, begitu kemudian harapannya Madin bisa dijadikan pilar agama Islam dalam perkembangan sejarah pendidikan Islam, kemudian nantinya Menteri Agama itu akan mencanangkan atau merencanakan bahwa Madin nanti dibuat sebagai Direktorat Jenderal Pondok Pesantren itu, ” jelasnya dalam sambutannya.

Adapun sambutan dari Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, H. Kasiman Mahmud Desky melalui Kasi PD Pontren, Gunawan yang pada kesempatan itu mewakili Kakankemenag yang kebetulan tidak bisa hadir, karena tengah mengikuti kegiatan Rakor Dalam Rangka Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di daerah yang dipimpin Mendagri. Bertempat di Aula Setda Lt. 1 Kabupaten Pekalongan.

“Kami menyampaikan yang intinya senang sekali ada pelatihan Madin di Kabupaten Pekalongan, yang pada masa-masa sebelumnya belum pernah ada, kemudian harapannya semoga pelatihan ini bermanfaat bagi peserta, dan peserta bisa mengikuti pelatihan sampai akhir.” katanya.

“Ucapan terima kasih pula kami sampaikan kepada Balai Diklat Keagamaan Semarang, bahwa pelatihan ini bisa dilaksanakan di sini dan harapan ke depan jika ada lagi pelatihan Madin Kemenag Kabupaten Pekalongan siap menerima pelatihan yang akan dilaksanakan,” sambungnya.

“Kami juga memohon maaf atas ketidakhadiran Bapak Kepala Kemenag karena kegiatan hari ini berbarengan dengan kegiatan Rakor Dalam Rangka Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di daerah yang dipimpin Mendagri, bertempat di Aula Setda Lt. 1 Kabupaten Pekalongan,” tambahnya

Lebih lanjut Gunawan menyampaikan, “Sebagai sisipan sekaligus mengingatkan, karena sebagian besar peserta yang hadir ini adalah mewakili lembaga yang kebetulan sebagai penerima bantuan BOP Covid-19, maka sesuai arahan Bapak Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, bagi lembaga yang belum menyelesaikan LPJ bantuan BOP Covid-19 agar secepatnya diselesaikan dan dilaporkan karena di Kemenag Pusat berlangsung audit oleh Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan uji petik ke beberapa Kabupaten.” pungkasnya.

Selanjutnya Kasi PD Pontren, Gunawan dengan didampingi H. Bukhori Kepala MAN Pekalongan selaku tuan rumah, membuka secara resmi acara Pelatihan Manajemen Madrasah Diniyyah di Wilayah Kerja (PDWK) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. (Ant/bd)