Pelayanan Haji Satu Atap di Kemenag Karanganyar “Pertama” di Jawa Tengah

Karanganyar – Pelayanan Haji Satu Atap di Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar merupakan yang pertama di Jawa Tengah. Hal ini diklaim oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Musta’in Ahmad merujuk pada sistem penerimaan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dengan melibatkan semua Bank Penerima Setoran (BPS) yang ada di Karisidenan Surakarta.

“Kita bisa mengatakan bahwa pelayanan haji satu atap di Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar merupakan satu-satunya. Ini berbeda seperti di tempat lain karena melibatkan semua BPS BPIH yang ada di Karisidenan Surakarta”, jelas Musta’in Ahmad saat menyampaikan sambutannya di acara rapat koordinasi bersama empat BPS di aula Kemenag Karanganyar, (16/02).

Empat BPS yang sudah bekerja sama dalam mewujudkan pelayanan haji satu atap di Kemenag Karanganyar adalah Bank Niaga Syariah Solo, BRI Syariah Palur, BSM Palur, dan Bank Panin Dubai Syariah Solo. Ke empat BPS tersebut datang ke ruang seksi haji bergantian setiap harinya untuk melayani pendaftar ibadah haji.

Lebih lanjut Kepala Kemenag mengatakan bahwa tujuan pelayanan haji satu atap ini adalah agar memudahkan masyarakat yang mendaftar ibadah haji. Hal ini juga sesuai dengan tagline HAB Kemenag di tahun 2017, lebih dekat melayani umat. Atas hal tersebut, Kakankemenag mengatakan kepada empat BPS BPIH di Kemenag Karanganyar untuk tetap semangat melayani umat.

“Semangat kita adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelayanan yang tadinya jauh kita dekatkan, yang tadinya rumit kita sederhanakan dan yang tadinya mahal kita murahkan. Mindset itu harus ada dalam pemikiran kita, terutama ASN di Kementerian Agama”, ucap Musta’in Ahmad.

Di lain kesempatan, (20/01) Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Museri mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah melarang masyarakat untuk menyetorkan BPIH pada bank selain yang sudah datang ke Kemenag Karanganyar. Namun demikian pihaknya selalu mensosialisasikan kepada masyarakat agar cukup datang ke Kemenag saja, tujuannya tidak lain agar masyarakat lebih terbantu dan dimudahkan.

Dalam rakor bersama empat BPS tersebut, dibahas beberapa persoalan terkait peningkatan layanan kepada masyarakat, diantaranya adalah peningkatan disiplin jam masuk pegawai BPS yang datang ke bagian haji, membuat perjanjian kerjasama hitam diatas putih antara Kemenag dengan BPS yang belum sempat dibuat dan terakhir terkait permohonan BPS lain yang ingin bergabung dalam layanan haji satu atap di Kemenag Karanganyar. (ida-hd/Wul)