Pelayanan KUA Semakin Prima Melalui SIMPONI

Purbalingga – Untuk memaksimalkan kinerja pengelola kegiatan dan operator Sistem Informasi dan Manajemen Nikah (SIMKAH) Kantor Urusan Agama seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga, Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melaksanakan Sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Online (SIMPONI).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, (20/03) menghadirkan Tim SIMPONI Purbalingga yang berjumalah 3 orang dan seluruh operator SIMKAH yang mendapat tugas sebagai operator SIMPONI serta pengelola kegiatan pada KUA di Kabupaten Purbalingga.

Kepala Seksi BIMAS Islam Kantor Kemenag Purbalingga, Makhfuri dalam sambutannya pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lantai 2 Uswatun Khasanah Kemenag Purbalingga mengatakan, aplikasi SIMPONI menjadikan pelayanan tidak terikat pada jam kerja KUA. Masyarakat bisa dilayani dalam  24 jam untuk pendaftaran pernikahan bedolan atau nikah di luar kantor atau di luar jam kerja.

Lebih lanjut Makhfuri menjelaskan bahwa Aplikasi SIMPONI memberi kemudahan bagi calon pengantin untuk membayar biaya pendaftaran nikah yang merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta masyarakat bebas memilih metode pembayaran sesuai  dengan kebutuhannya. “Aplikasi SIMPONI memberi kemudahan bagi calon pengantin untuk membayar biaya pendaftaran nikah yang merupakan PNBP dan masyarakat  bebas memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhannya, bisa dengan cara melalui ATM atau mengantri di bank,” jelas Makhfuri.

Nurdhiana, salah satu angora Tim SIMPONI saat ditemui seusai penyampaian materi sosialisasi mengatakan bahwa kelancaran menjalankan Aplikasi SIMPONI harus didukung dengan kemampuan Operator SIMPONI serta fasilitas signal internet yang memadai.  Sementara fasilitas signal internet yang ada di masing-masing kecamatan berbeda karena lokasi ada yang di wilayah pedesaan bahkan pegunungan.

“Saya menilai kemampuan operator sudah cukup baik, namun fasilitas signal internet pada masing-masing KUA berbeda karena lokasi wilayah pedesaan bahkan pegunungan,” kata Nurdhiana.

Ani Mufarokhakh, staf pada seksi BIMAS Islam selaku penanggung jawab kegiatan memaparkan bahwa tujuan dari kegiatan sosialisasi adalah agar pengelola dan Operator Apliksi SIMPONI memahami,  mengerti dan mampu mengoprasikan Aplikasi SIMPONI, sehingga pembayaran nikah tidak lagi menggunakan slip setor secara manual dan atas kinerja bisa lebih lancar, efisien, efektif dan waktu lebih singkat.

“Kami ingin kegiatan ini menjadikan pengelola dan Operator Apliksi SIMPONI memahami,  mengerti dan mampu mengoprasikan Aplikasi SIMPONI, sehingga pembayaran nikah tidak lagi menggunakan slip setor secara manual dan atas kinerja bisa lebih lancar, efisien, efektif dan waktu lebih singkat,” tegas Mufarokhah. (sf/gt)