Pelayanan Prima Bidang Pendidikan Agama

Semarang (Bimas Hindu) Unjian Sekolah Berstandart Nasional merupakan program pemerintah dalam bidang pendidikan untuk menguji sejauh mana keberhasilan pendididkan yang dilaksanakan. Dalam rangka peningkatan pelayanan yang optimal pendidikan agama Farhani memberikan arahan yang disampaikan di depan 40 guru penyusun soal Ujian Nasional Sekolah Bersetandar Nasional (USBN), Selasa (27/2) di Candiview Hotel Jl. Rinjani Nomor 12 Semarang.

Farhani menjelaskan pendidikan sangat penting untuk peningkatan mutu dan sumber daya manusia, untuk itu Kemenag mengalokasikan 85% untuk anggaran pendidikan. Alokasi tersebut untuk pendidikan agama diniah, pendidikan pondok pesantren dan yang terakhir untuk satuan pendidikan. Sebegitu penting maka banyak pengelola pendidikan mengajukan persoalan mengenai keberadaan guru agama yang masih sangat kurang. Sebagai kepala kantor saya sampaikan kepada bapak menteri dan juga ke dewan yang terhormat. Tahun 2018 akan ada pengangkatan guru agama. Saya sangat bangga dengan guru agama yang masih menyampaikan ajaran agama kepada peserta didiknya.

Lebih lanjut menurut Farhani mengatakan Sebagai kepala kantor saya memberikan pemerataan dalam segala hal, agar semua merasa adil dan memberikan pembelajaran agar semua tahu semua agar dapat porsi. Membangun keteladanan adalah dari diri kita sendiri sebagai dasar untuk dapat memberikan contoh pada peserta didik ataupun masyarakat membangun birokrasi yang baik adalah ketika kita mampu melaksanakan tugas dan fungsi, sebagai  guru tugasnya adalah mengajar fungsinya adalah membimbing peserta didik. Sebagai pendidik kita wajib untuk selalu tepat waktu dan kita bangun kesiapan setiap kegiatan apapun dan kita laksanakan tugas sebaik-baiknya.

Pembimas Hindu Jawa Tengah I Dewa Made Artayasa mengatakan bahwa soal Unijan Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sangat penting sehingga harapnya soal yang dibuat ini nantinya adalah benar-benar menjadi evaluasi pembelajaran agama Hindu. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini adalah untuk mensingkronkan antara soal daerah serta soal 25% dari pusat untuk menjadi soal Unijan Sekolah Berstandar Nasional (USBN) agama Hindu Provinsi Jawa Tengah, terang ketua Panitia Sukono. Wahonogol.