Peletakan Batu Pertama Masjid, Momentum Tepat untuk Berinfak

Klaten – Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten Senin (27/02) melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Al Mabrur MTsN Prambanan Klaten, yang di hadiri  oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Pengawas, Kepala Desa Kebondalem Lor, Komite Madrasah dan Kepala MTsN Prambanan beserta Guru Pegawai.

Mengawali sambutannya Kepala MTsN Prambanan Sriyanto mengatakan, pembangunan masjid yang berada dikomplek madrasah dengan  bangunan seluas  9×17 meter ini tidak lain dan tidak bukan untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang beriman dan berkualitas dimasa yang akan datang dibutuhkan keseimbangan sektor pembangunan yaitu melalui pembenahan fisik penunjang serta pembangunan fisik peningkatan nilai-nilai spiritual dan keimanan khususnya di lingkungan madrasah, ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, demi kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan di MTsN Prambanan ini. Dia mengatakan, dengan dibangunnya masjid ini dapat meningkatkan peribadatan dan proses belajar mengajar para siswa madrasah.

Sriyanto juga mengharapkan kepada para siswa untuk lebih giat dalam menimba ilmu agama Islam dan pengetahuan umum untuk dapat bersaing dimasa yang akan datang. Dikatakan, ilmu agama yang didapat dari madrasah ini agar diterapkan sejak dini pada kehidupan bermasyarakat sehingga dapat meningkatkan pola pikir dan amal ibadahnya yang diridhoi oleh Allah SWT, harapnya.

Selanjutnya Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten Anif Solikhin dalam sambutannya mengatakan, pendirian Masjid Al Mabrur diharapkan dapat menjadi syiar Islam untuk masyarakat sekitar madrasah khususnya dan umat Islam umumnya, serta menjadi pemersatu masyarakat sekitar madrasah. “Pendirian Masjid Al Mabrur merupakan syiar Islam, bertujuan sebagai sarana pendidikan bagi siswa madrasah sehingga dapat mempertebal rasa keimanan dan ketaqwaan,” tutur Anif.

“Peletakan batu pertama momentum tepat untuk berinfaq terbuka luas bagi semuanya untuk mendukung pembangunan Masjid Al Mabrur ini, perlunya caracter building seluruh komponen madrasah, sehingga dalam pelaksanaan pembangunan nantinya tidak mengalami kendala”, tambah Anief.

Seluruh komponen madrasah harus memiliki karakter perjuangan dan rela berkorban untuk menggapai keridloan Allah SWT. Justru amal inilah yang nanti akan dibawa sampai akhirat.

“Kalau semua komponen sudah sadar dan terbangun karakternya, insya Allah masjid akan segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. Jangan sampai bangunan mangkrak gara-gara kekurangan dana. Mohonlah pertolongan kepada Allah. Kalau kita yakin, maka dengan banyak amal, infak, shodaqoh, kita akan semakin diberi kemudahan rizki. Rizki yang kita belanjakan  di jalan Allah akan memberikan keberkahan bagi seluruh keluarga”, imbuhnya.(srn-aj)