Peletakan batu pertama MI Darul Iman Wonogiri

Wonogiri – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Iman yang beralamat di dusun petir, pokoh kidul, wonogiri pada Rabu (7/01) di atas tanah seluas + 2.500 M2 wakaf dari ibu Hj. Kawitni seorang pedang muslim di Wonogiri sekaligus sebagai donatur tunggal pembangunan. Turut hadir dalam acara tersebut pengurus MUI Kabupaten Wonogiri, Kasi Pendidikan Madrasah, Utusan dari Kodim dan tokoh masyarakat dan agama sekitar.

Kepala Kankemenag Drs. H. Safrudin, M.S.I merasa terharu kagum dan bangga terhadap cita-cita Hj. Kawitni yang telah mewakafkan tanah seluas + 2.500 M2 sekaligus membangun sendiri gedung untuk lembaga pendididikan agama Islam tersebut, saat ini sudah ada 2 lokal untuk RA dan dalam perencanaan tahap awal akan di bangun 3 lokal untuk MI semoga kedepannya lembaga keagamaan ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan bisa merubah image wonogiri sebagai daerah abangan menjadi masyarakat yang agamis.

Safrudin berharap agar lembaga pendidikan agama Islam yang diselenggarakan oleh Yayasan Darul Iman ini, di masa yang akan datang dapat menjadi lembaga pendidikan Islam yang berkualitas unggul yang mampu membekali imtaq dan iptek yang didasari oleh nilai-nilai agama atau moralitas yang tinggi.

Selain itu Beliau juga mendorong agar lembaga pendidikan agama Islam harus bisa mencetuskan generasi bangsa yang berakhlak mulia. ”Karena pemimpin itu selain cerdas juga harus berahlak mulia, membangun lembaga pendidikan adalah amal yang paling mulia. Karena pendidikan merupakan awal dan sekaligus pondasi kepribadian anak. Sehingga anak-anak sejak usia dini harus dibangun dasar-dasar mental dan karakternya”, imbuhnya

Ahmad Farid menyampaikan bahwa aspek lain yang tidak kalah pentingnya adalah ciri khas madrasah itu sendiri. Madrasah memiliki ciri khas keagamaan dalam penanaman nilai-nilai keislaman yang berdampak positif bagi perkembangan akhlak peserta didik. Ciri khas ini perlu dikembangkan menjadi keunggulan madrasah agar generasi bangsa yang disiapkan memiliki keunggulan moral spiritual keislaman disamping mental intelektual keilmuan.

“Karena itu, pengembangan sistem pendidikan pada madrasah perlu dikembangkan secara terpadu dengan menempatkan nilai-nilai Islam sebagai semangat yang mendasari semua ikhtiar pendidikan. Ini tentu saja tidak sederhana, karena selain diperlukan kesungguhan dalam menata manajemen dan kurikulum pendidikan, juga dibutuhkan adanya kesadaran kolektif semua fihak akan pentingnya revitalisasi peran dan fungsi pendidikan keagamaan sebagai ciri khas madrasah” imbuhnya. (Mursyid & Heri)