Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSI MAJT-MAS Sebagai Sinergi Pemberdayaan Wakaf, Zakat, dan Manajemen Masjid

Semarang (Humas) – Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI) MAJT-MAS (Masjid Agung Jawa Tengah-Masjid Agung Semarang) di MAJT Semarang, Rabu, (8/92021). Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan sambutannya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bahwa RSI MAJT-MAS sangat mendukung langkah pemerintah dalam pembangunan dan pemerataan layanan publik.

“RSI yang akan kita bangun diatas tanah wakaf ini merupakan langkah nyata bahwa perwakafan sangat mendukung langkah pemerintah dalam pembangunan pemerataan layanan publik,” ungkap Wamenag.

“Pembangunan RSI adalah bentuk nyata komitmen MAJT memberikan layanan prima. Dengan adanya RSI ini diharapkan mampu mendorong masjid-masjid lainnya ikut memberdayakan layanannya secara maksimal dan semakin memperkaya perannya dalam mengabdi kepada agama dan negara,” imbuhnya.

Hadir secara khusus memenuhi undangan panitia, KH Mustofa  Bisri/Gus Mus memberi restu dan mendoakan untuk kelancaran pembagunan masjid dari peletakan batu pertaman ini hingga terwujud. Dalam tausiahnya KH. Mustofa Bisri atau yang sering di sapa Gus Mus mengatakan bahwa pembangunan rumah sakit untuk kemanusiaan.

‘’Kalau kemanusiaan berarti di atas agama. Rumah sakit bukan hanya untuk orang Islam tetapi untuk semua umat beragama. Kalau ada korban kecelakaan, apakah akan ditanya dulu agamamu apa baru ditolong?’’ kata Gus Mus.

Gus Mus menegaskan tidak perlu kata ‘’Islam’’ pada nama Rumah Sakit karena itu kemanusiaan, seperti Majelis Ulama Indonesia juga tidak ada kata Islam,”’ katanya.

Dari Jajaran Kementerian Agama, selain Wakil Menteri Agama RI, turut hadir mendampingi Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah, Mustai’n Ahmad.

Hadir juga Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ketua BWI Pusat, Ketua BPKH RI, Ketua Baznas RI, Walikota Semarang dan Wakil Walikota, Ketua MUI Jawa Tengah, Ketua Baznas Provinsi.

Pembangunan RSI di kompleks MAJT ini dilatarbelakangi dari kebutuhan Rumah Sakit di wilayah tersebut masih tinggi. Saat ini di kota Semarang terdapat 27 Rumah Sakit untuk melayani 2.728.144 penduduk di kota dan kabupaten Semarang maka Dewan Pengurus Pengelola Masjid Agung bersama Yayasan Wakaf Bondo Masjid Agung Semarang bersinergi mewujudkan Rumah Sakit modern bertaraf internasional, dengan luas 5300m2 terdiri dari tiga lantai.

Rumah Sakit di Ibukota Provinsi juga menjadi rujukan bagi pasien dari kota-kota sekitarnya. Masjid Agung Jawa Tengah mempunyai peranan yang sangat penting dalam menguatkan akidah Islam di tengah masyarakat yang berbasis Islam kultural. Dengan dukungan pemerintah melalui Baznas dalam terwujudnya pembangunan rumah sakit ini adalah sebagai bukti menyatunya raga dan jiwa antara ulama dan umara. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. (Dian/Ali)