Peletakan Batu Pertama Ponpes Pododadi Karanganyar Kab.Pekalongan Cabang Tebuireng XVIII

Kab. Pekalongan – Dalam pengembangannya Ponpes Tebu Ireng Jombang menjalin kerjasama dengan MWC NU Karanganyar Kabupaten Pekalongan untuk membangun pondok pesantren di Pododadi Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan.

Bersama Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj. Hindun, Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, H.Kasiman Mahmud Desky turut hadir dalam halal bi halal dan prosesi peletakan batu pertama Ponpes Pododadi Karanganyar cabang Tebu Ireng XVIII. (Senin 31/5).

Keberadaan pondok pesantren adalah sebuah keniscayaan. Pesantren dengan Nadhatul Ulama tidak dapat dipisahkan karena pesantren adalah NU kecil sementara Nahdlatul Ulama pesantren besar. Tumbuh berkembangnya Nahdlatul ulama tidak bisa dipisahkan dengan bagaimana tumbuh dan berkembangnya pondok pesantren sehingga ada candaan hampir 90% pondok pesantren adalah kepunyaan orang NU.

Bicara tentang NU tidak akan lepas dari Indonesia karena apapun yang namanya Indonesia kalau diibaratkan sebuah perusahaan maka saham Nahdlatul Ulama sangat besar sekali. Jauh sebelum Indonesia merdeka, para ulama, para Kyai pengasuh pondok pesantren sudah menanamkan jiwa nasionalisme yang kita kenal dengan sebutan Hubbul Wathon Minal Iman,” demikian disampaikan Kyai H.Baihaqi dalam laporannya selaku Ketua Panitia.

Kyai H.Baihaqi juga menyampaikan harapan dengan didirikannya cabang-cabang pondok pesantren Tebuireng di Jawa tengah, khususnya di Kabupaten Pekalongan ini, dengan memberdayakan alumni pondok pesantren Tebuireng untuk mengajar di pondok pesantren Pododadi, terlebih mengingat akhir-akhir ini di kabupaten Pekalongan banyak aliran-aliran yang tidak sesuai dg Aswaja. Semoga menjadi keberkahan alumni dari tebu Ireng juga untuk keberkahan di desa Pododadi, supaya santrinya nanti ya dadi, para kyai nya pun juga dadi.

“Kami mengharapkan doa restu agar pondok pesantren ini manfaat bagi umat. Oleh karena itu atas nama pengurus cabang Nahdlatul Ulama mengucapkan banyak-banyak terima kasih disamping kepada wakif H.Marino juga seluruh komponen para alumni, para ahli yang telah ikut berpartisipasi dalam rangka pendirian Ponpes Pododadi Karanganyar cabang Tebu Ireng XVIII.” katanya

“Alhamdulillah sampai detik ini sudah terkumpul uang sebesar Rp.150.000.000, diantaranya adalah dari alumni yang bernama bapak H Nasir Soheh.” pungkasnya

Sementara itu Pengurus IKAPETE Pusat Kyai H.Zahrudin menyampaikan bahwa alumni alumni pondok pesantren Tebuireng diharapkan dapat menghidupi, dapat melanjutkan cita-cita dari Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari yang mengutamakan ukhuwah islamiyah bukan kelompok, dan juga yang menggunakan empat mazhab.

“Setiap alumni wajib meneruskan nilai-nilai ukhuwah islamiyah, ukhuwah nahdliyah dari Hadratus Syekh KH.Hasyim Asy'ari. Mudah-mudahan kita semua dapat menjaga, melanjutkan dan dapat memperjuangkan apa yang telah dicanangkan oleh Hadrotus Syekh KH.Hasyim Asy'ari dan dilanjutkan sekarang oleh cucu beliau KH.Fahmi Amrullah.” ujarnya.

“Dari pimpinan pusat IKAPETE mengucapkan terima kasih kepada mawaqif H. Matino, mudah-mudahan Allah ganti harganya dengan sebaik-baiknya.”doanya.

Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, H. Kasiman Mahmud Desky menyampaikan Nahdlatul Ulama (NU) sangat moderat, fleksibel, yang tidak membedakan terhadap yang beda keyakinan, tua muda dan lain-lain, sehingga Negara RI tercipta kekuatan dan persaudaraan seperti sekarang ini.

“Saya melihat para pendiri Ponpes Pododadi Karanganyar cabang Tebuireng XVIII ini semangatnya untuk bekerjasama sungguh luar biasa, sehingga harapannya ke depan akan menjadi Ponpes yang besar dan menjadikan bangsa Indonesia menjadi contoh bangsa lain.” ujarnya.

“Semoga atas terbangunnya Ponpes Pododadi Karanganyar cabang Tebuireng XVIII ini akan menambahkan kemakmuran dan meningkatkan keimanannya khususnya di wilayah Kabupaten Pekalongan. Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang telah ditentukan serta menambah persatuan dan kesatuan umat beragama.” ucap Kakankemeng. (Ant/bd)