PEMAHAMAN WAWASAN KEBANGSAAN BAGI TAMIR MASJID

Selasa 30 Oktober 2018 , Kantor  Kesbangpol Kabupaten Brebes mengadakan kegiatan yang kali ini ditujukan kepada Petugas keagamaan yang ada di wilayah Brebes . Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB yang bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Brebes  ini dihadiri ± 50  orang yang terdiri atas ketua Takmir masjid di wilayah Kecamatan terdekat. Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk menjaga Keamanan dan Ketentraman dan Kondusifitas wilayah di Kabupaten Brebes . Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Kesbanghpol Brebes Komar,SE serta Drs. H. Imam Gozali, M.Pd.I yang bertugas sebagai Narasumber.

Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol Brebes memberikan motivasi guna mewujudkan dan memelihara masyarakat Brebes yang semakin rukun, damai dan terus maju ke depan. Dengan kearifan sebagai panutan masyarakat akan menebarkan aura kesejukan bagi kelangsungan pembangunan di Brebes.

Sangat penting untuk terus memupuk komitmen bersama agar bisa bekerjasama secara harmonis, sinergis, efisien dan efektif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara terutama dalam mendukung pelaksanaan program – program pembangunan yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat dalam arti luas. Mari kita bangun kebersamaan secara efektif, untuk mewujudkan kejayaan dan masa depan Brebes  yang lebih baik lagi,”Tegas Komar .

Diakhir sambutannya, beliau berkomitmen untuk menuntaskan semua permasalahan sosial yang saat ini berkembang di masyarakat. Diantaranya upaya meningkatkan kewaspadaan atas penyusupan pada ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Selanjutnya kegiatan diisi materi oleh Kepala Kan Kemenag Kabupaten Brebes yang diwakili oleh Kasi Bimas Islam Drs. H. Imam Gozali, M.Pd.I      

Imam  menyatakan takmir masjid memiliki peranan penting dalam menangkal hoaks dan isu sara yang berpotensi timbul menjelang Pilpres 2019. Takmir masjid perlu memberi pemahaman kepada para pengurus masjid, khatib, dan jamaah masjid untuk berhati-hati dengan hoaks. Ia pun menegaskan pentingnya sterilisasi masjid dari aktivitas kampanye.

“Masjid harus bersih dari kampanye. Masjid harus menjadi tempat yang rahmatan lilalamin, tempat  persatuan dan tempat untuk perdamaian”.

Imam  juga menjelaskan masjid bukan tempat berpolitik melainkan sebagai tempat membina umat. Pembinaan umat yang harus dilakukan muharrik masjid meliputi pembinaan kesehatan jasmani dan ruhani dan peningkatan ilmu,. Masjid juga sebagai tempat menumbuhkan kesadaran, pertaubatan serta sebagai tempat menumbuhkan semangat.terutama semangat menjaga keutuhan pancasila dan Negara Kesatuan Repuiblik Indonesia ( NKRI ). (oim )