Pembangunan Bersumber Dana SBSN Harus Baik dan Benar

Purbalingga – Dalam rangka persiapan pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Rembang dan Mrebet 1, Tim Konsultan Perencana Surat Berharga Syariah negara (SBSN), Jum'at (09/03) memaparkan desain kedua KUA tersebut di hadapan  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Kepala Seksi Bimas Islam selaku Pejabat Pembuat  Komitmen (PPK), Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan staf Seksi Bimas di Aula Lantai II Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Kepala Kankemenag, Karsono dalam kesempatan tersebut berpesan, agar program SBSN ini betul-betul dilaksanakan sesuai aturan dan disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud.

"Jika ada sesuatu hal yang meragukan maupun merugikan segera dikonsultasikan dengan Kanwil, alhamdulillah selama ini SBSN di Purbalingga berjalan dengan baik dan lancar," harap Karsono.

Selaku PPK, Kasi Bimas Islam, Mukhlis Abdillah juga menyampaikan harapannya bahwa dalam proses perencanaan ini, konsultan diharapkan dapat memaparkan perencanaan gedung SBSN Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Rembang dan Mrebet 1 secara detail. Sehingga dalam proses pengadaannya tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan di kemudian hari.

"Jangan sampai ada kekeliruan volume, perlu kecermatan dan ketelitian ekstra, sehingga mulai dari perencanaan hingga proses pembangunan nantinya tidak menyulitkan semua pihak," pinta Mukhlis.

Konsultan Perencana, Gatot kemudian memaparkan desain Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Rembang. Berdasarkan survei yang telah dilakukannya di lokasi, ia menerangkan bahwa kondisi tanah KUA Rembang memanjang ke belakang, sehingga desain yang dibuatnya mempunyai dua sisi bagian tampak depan. Yaitu tampak menghadap ke jalan (utara) dan menghadap ke timur. Bangunan yang mempunyai luas 30 × 12 meter  ini akan dibuat dua lantai. Sedangkan luas bangunan minimal 200 meter. Dengan luas lantai bawah dan atas masing- masing 15  × 9 meter.

Desain KUA Rembang hampir mirip dengan KUA Karanganyar. Terdiri dari dua lantai, lantai bawah terdiri dari ruang tamu, ruang tunggu, ruang resepsionis, ruang kepala, ruang penghulu, ruang staf, ruang arsip, balai nikah, dapur dan toilet. Sedangkan lantai atas untuk aula manasik haji, ruang penyuluh, ruang pengawas dan dua toilet.

Posisi tanah kantor yang berada di tikungan jalan dan dari jalan raya ke halaman kantor cukup menanjak,  maka tanah harus sedikit dilandaikan. Pada bangunan lama area parkir sangat sempit,  maka pada pembangunan gedung yang baru area parkir harus lebih luas. Bangunan lebih mundur, agar kendaraan karyawan dan tamu tertata rapi dan akses keluar masuk kendaraan menjadi lebih mudah serta tidak membahayakan. Mengingat posisi di tikungan jalan raya yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

"Dengan estimasi yang sekarang, dari anggaran biaya yang tersedia tidak bisa terpenuhi. Sehingga perlu dievaluasi lagi apa yang harus dikurangi dan apa yang perlu ditambahkan," ujar Gatot. (sar/gt)