Pemberangkatan Kloter 58 Kebumen Dimajukan 1 jam

Kebumen-Perubahan jadwal pemberangkatan dari aula setda yang terjadi pada kloter 58 membuat seluruh petugas baik ketua kloter, karom, karu berkumpul untuk berkoordinasi di aula mabin Kankemenag  Kabupaten Kebumen, Kamis  (9/8).

Menurut jadwal pemberangkatan sebelumnya, rencana akan diberangkatkan Senin (14/8) pukul 3’30 WIB dini hari. Namun karena keterbatasan waktu perjalanan mulai dari aula setda Kebumen  menuju embarkasi solo yang diperkirakan memakan waktu 6 jam, maka jadwal sebelumnya dianggap kurang memungkinkan. Hal ini karena waktu penerimaan kedatangan kloter 58 Kebumen di asrama haji Donohudan Solo dijadwalkan pukul 8’30 pagi.

Terkait hal tersebut ketua kloter 58 Abdul Muchid menyampaikan kepada seluruh Karu Karom untuk segera menginformasikan kepada 163 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kebumen yang tergabung pada Kloter 58 agar persiapannya juga lebih awal. “Tolong kepada karu dan karom segera memberikan informasi ini supaya (JCH) lebih siap,” paparnya.

Kloter 58 merupakan Kloter gabungan dari 3 Kabupaten Kota, 163 JCH dari Kabupaten Kebumen, 155 JCH dari Kota Magelang dan 37 JCH dari Kabupaten Magelang, serta ditambah 5 orang petugas sehingga jumlah total 360 orang.

Selain koordinasi tentang perubahan jadwal pemberangkatan, TPIHI Maskuri yang juga Kasubbag TU Balai Diklat Kemenag Provinsi Jawa Tengah memberikan penjelasan tentang teknis pelaksanaan ibadah haji mulai dari Indonesia sampai tanah suci.

Kemudian dr Taufikoh Nur Haqiqi dari TKHI memberikan penjelasan terkait dengan penjagaan kesehatan  bagi jamaah haji ketika berada di tanah suci nanti. “Untuk persediaan obat-obatan pribadi silahkan dicatat untuk nanti kita data,” ucapnya.

Teguh Winarso dari TKHI juga mengingatkan bagi jamaah haji yang hoby merokok supaya dijaga agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Ada baiknya bapak-bapak ketika di tanah suci nanti tidak usah bawa rokok dan tidak merokok,” katanya.

Dijelaskan pula kepada seluruh Karu Karom ketika sudah berada di dalam pesawat supaya memakai jaket, “karena selama 11 jam perjalanan menggunakan AC jamaah bisa merasakan kedinginan,” ucap salah satu tim TKHI. “Juga jangan sampai menahan kencing dan usahakan untuk  banyak minum air putih untuk menjaga kesehatan,” lanjutnya.

Tim TKHI yang lain juga menambahkan bahwa ketika di tanah suci nanti setiap keluar dari pemondokan jamaah supaya memakai penutup kepala, kacamata hitam, sandal dan masker. “Usahakan juga setiap 3 jam sekali minum air putih walaupun sekali teguk, menjaga supaya tidak sampai dehidrasi” pungkasnya.(pt)