Pembinaan Dai untuk Suksesnya Pesta Demokrasi

Pemalang – Kementerian Agama RI mempunyai misi untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Ketika semua umat di Indonesia taat beragama akan menjadikan negara Indonesia yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur.

Demikian pernyataan yang dikatakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, H. Taufik Rahman, S.H., M.Hum. saat menjadi narasumber di Polres Pemalang, Rabu (26/9).

“Semua agama pada intinya mengajarkan kasih sayang, kedamaian. Apabila ada radikalisme yang dikatakan berdasarkan agama, sebenarnya itu bukan ajaran agama, tapi ulah oknum. Radikalisme atas nama agama disebabkan pemahaman yang keliru atau sempit tentang ajaran agama yang dianutnya,” ujar Taufik.

Taufik mengajak para kyai untuk menjaga keamanan dan kerukunan di Kabupaten Pemalang. Umat agar diberikan ceramah yang menyejukkan bukan memecah belah. Para dai bisa memanfaatkan sosial media dalam berdakwah.

Dalam rangka meningkatkan ketakwaan dan kedamaian di Kabupaten Pemalang, Kankemenag mempunyai beberapa program seperti penyuluhan, safari sholat Jumat, dan pembagian zakat profesi. Kankemenag juga bekerjasama dengan Polres dan Kodim dalam penyelenggaraan kegiatan ngaji bareng dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Polres Pemalang menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan dai kamtibmas/tokoh agama di ruang Rekonfu Mapolres Pemalang. Kegiatan untuk meningkatkan kemitraan dan peran aktif dai kamtibmas, para tokoh agama dalam rangka mewujudkan kamtibmas yang aman, damai, dan sejuk pada pilpres dan pileg tahun 2019 di wilayah hukum Polres Pemalang.

Kegiatan menghadirkan narasumber Kepala Kankemenag, Ketua MUI, dan Ketua FKUB. Kegiatan diikuti oleh 60 peserta Kanit Binmas dan kyai di Kabupaten Pemalang.
Sebelumnya, Kapolres Pemalang AKBP Agus Setiawan HP, S.H., S.IK saat membuka acara mengajak para kyai untuk mensukseskan pesta demokrasi pada tahun 2019.

“Tahun 2019 adalah tahun pesta demokrasi dimana kegiatan tersebut melibatkan masyarakat secara menyeluruh, karena pemilu tersebut mulai dari pileg sampai pilpres. Kita ingin bersama-sama bersinergi dengan para kyai agar isu-isu yang riskan seperti SARA bisa diminimalisir. Mari kita sama-sama menyuarakan untuk menikmati pesta demokrasi ini, beda suara itu wajar, beda pilihan itu wajar,” ajak Agus.

“Semua lini kita mintai bantuan, terutama para kyai yang mempunyai jamaah. Polres mempunyai Bhabinkamtibmas, TNI mempunyai Babinsa, dan Kemenag mempunyai Penyuluh Agama Islam tapi mereka adalah representasi dari Pemerintah. Oleh karena itu kami meminta bantuan kepada para kyai untuk turut mensukseskan pesta demokrasi,” lanjutnya. (fi/rf)