Pembinaan dan Pemahaman serta Pengamalan Pancasila Remaja Harus Diintensifkan

Sragen – Kasat Intel Polres Sragen AKP. Rahmad Subadar mewakili Kapolres Sragen menyampaikan bahwa nilai-nilai pancasila perlu didengungkan lagi karena saat ini para remaja dan pemuda sudah mulai luntur pemahaman dan pengamalan terhadap pancasila. Demikian disampaikannya dalam kegiatan pembinaan yang dilaksanakan Majelis Ulama Indonesia dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Senin (24/07) di Aula Kankemenag Sragen dan diikuti perwakilan siswa SMA/SMK/MA Se Kabupaten Sragen.

“Di zaman sekarang ini nilai-nilai Pancasila telah tergeser oleh nilai-nilai dan pola pikir kebaratan yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Hal ini mengakibatkan krisis moral yang terjadi pada bangsa Indonesia, terutama generasi muda. Kehidupan sehari-hari generasi muda Indonesia kini jauh dari pedoman Pancasila,” ucap Rahmad Subardah.

Remaja adalah aset bangsa. Di dalam lingkungan sekolah pendidikan tentang Pancasila masih sangat kurang. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila kurang menjadi perhatian yang penting bagi kalangan remaja karena Nilai-nilai pancasila dianggap kurang menarik untuk diterapkan, bahkan lebih parahnya lagi belakangan ini remaja semakin mengarah kepada paham paham yang bertentangan dengan pancasila.

“Untuk mengatasi lunturya pemahaman dan pengamalan pancasila tersebut, para Remaja harus disadarkan peran pentingnya mereka, sekaligus melakukan pembinaan dan pendidikan lebih intensif dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan pancasila” tambahnya.

Sementara itu Kepala KUA Kedawung, KH. M. Fadlan yang juga sekretaris MUI mengungkapkan bahwa tren radikalisme di Indonesia meningkat, untuk itu diperlukan upaya untuk menahan laju radikalisme tersebut.

“Tren radikalisme di Indonesia, terutama di kota besar saat ini meningkat, ini perlu disikapi semua pihak, baik pemerintah, sekolah maupun para ulama, harus ada upaya meneguhkan komuitmen remaja dalam bingkai NKRI dan Pancasila” ujarnya. (tri/ira1/wul)