Pembinaan dan Pengukuhan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kankemenag Kabupaten Wonosobo

Wonosobo – Pola hidup sekularisme dan hedonisme harus dihindari dan untuk wujudkan kesyukura. Pola hidup sederhana dan sesuai kebutuhan urgent menjadi perhatian dalam strategi kelola keluarga. Kokoh dan kuatnya keluarga adalah dengan kuatnya ekonomi keluarga, tegak stabilisasi keluarga diantaranya dengan pengelolaan penghasilan  keluarga dengan baik. Hubungan relasi keluarga harus terjalin dengan baik, saling hormati dan miliki kesantunan, serta menerapkan nilai-nilai agama menjadi prinsip utama keluarga. Demikian disampaikan Ahmad Farid selaku Kakankemenag Kab.Wonosobo saat memberikan arahan dan pembinaan dalam acara pengukuhan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kankemenag Kab. Wonosobo pada hari Senin (21/6).

Dalam sambutannya, Farid, juga menyampaikan ungkapan kebahagiaannya atas pengukuhan ini, menurutnya DWP memiliki peran yang sangat istimewa dalam mendampingi suami untuk mengabdi kepada Bangsa. Ia berpesan agar DWP mampu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk kemajuan organisasi dan miliki kepedulian dan perhatian terhadap dampak fenomena perkembangan zaman. Program kegiatannya harus tertata dengan baik dan terfokus untuk pemberdayaan dan kesejahteraan, juga program kegiatan yang dapat menguatkan stabilitas harmonis keluarga.

Hal lain ia sampaikan DWP dalam perannya mengedukasi masyarakat sangat dinantikan, baik edukasi tentang bijak menggunakan sosial media di era digital, edukasi penerapan protokol kesehatan dan edukasi tentang usia idel menikah serta dampak pernihakan dini,

“Wonosobo termasuk dalam salah satu Kabupaten dengan angka pernikahan dini tinggi di Jateng. Dampak dari pernikahan dini sangat beragam, contohnya rentan terjadi perceraian karena dianggap belum cukup matang mengolah masalah rumah tangga dan dampak kesehatan reproduksi. Dibuthkan ada peran dari DWP dalam mengedukasi remaja agar tidak menikah dini. Dengan begitu peran DWP akan dirasakan masyarakat dalam menekan angka pernikahan dini, KDRT dan lain sebagainya,” tandas Farid.

Sementara itu, hadir dalam kesempatan tersebut yakni Ketua DWP Kab. Wonosobo, Ny One Andang Wardoyo. Dalam sambutannya ia sampaikan sebagai seorang wanita patut bangga menjadi bagian dari Dharma Wanita, “ibu-ibu Dharma Wanita itu bukan wanita biasa tapi wanita terpilih yang istimewa dengan kesetiaan mendampingi suami laksanakan tugas negara, wanita pengontrol dan pendorong yang tangguh dan cerdas untuk suami tercinta agar sempurna tunaikan amanah,” jelas Ny. Andang.

Senada dengan Ny. One Andang, Ketua DWP Kankemenag Kab. Wonosobo Sri Astuti, juga menyampaikan bahwa peran DWP sangat istimewa dalam upaya penguatan SDM secara komprehenship dan terpadu.

“DWP harus menjadi penggerak dan pelopor dalam wujudkan berbagai program yang dicanangkan. Peran aktif ibu-ibu pengurus dan seluruh anggota sangat diharapkan untuk bersama-sama kita  mewujudkan tujuan mulia program Dharma Wanita Persatuan. Selain istimewa mampu mendampingi suami menjalankan tugas, peran DWP harus sama istimewanya dalam memberikan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sri Astuti.

Ia berharap keberadaan DWP mampu dirasakan secara nyata oleh masyarakat dan ia berharap dalam melancarkan segala progam kegiatan Allah SWT menganugerahkan kesehatan untuk melayani umat. Ps-ws